ARAHAN PENGEMBANGAN ENAM (6) DAYA TARIK WISATA BUDAYA DI KABUPATEN BANGKA BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan arah pengembangan wisata budaya di Kabupaten Bangka Barat. Penelitian ini menggunakan beberapa bahan pertimbangan yaitu kebijakan yang berlaku di Indonesia, kebijakan yang berlaku di Kabupaten Bangka Barat, pendapat pakar & ahli budaya, dan kondisi eksisting lokasi daya tarik wisata budaya.
Adapun lokasi yang diteliti yaitu di enam (6) lokasi daya tarik wisata di Kabupaten Bangka Barat yang dipilih berdasarkan lokasi wisata budaya unggulan serta menimbang kawasan strategis daya tarik wisata budaya yang tercantum di dalam Ripparkab Bangka Barat. Lokasi tersebut adalah Museum Timah, Pasanggrahan Muntok, Pasanggrahan Menumbing, Masjid Jami’ & Kelenteng Kung Fuk Miaw, Mercusuar Tanjung Kalian, dan Rumah Mayor Cina.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dan melalui pendekatan evaluatif. Arahan pengembangan ini dirumuskan melalui beberapa tahapan. Tahap pertama yaitu mengidentifikasi kebijakan yang berlaku di Indonesia dengan melakukan pengumpulan data melalui survei sekunder dan dianalisis secara deskriptif. Tahap kedua yaitu mengidentifikasi kebijakan yang berlaku di Kabupaten Bangka Barat dengan melakukan pengumpulan data melalui survei sekunder dan dianalisis secara deskriptif. Tahap ketiga yaitu mengidentifikasi sudut pandang pakar dan ahli budaya dengan melakukan pengumpulan data melalui kegiatan wawancara terpadu langsung dan dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil analisis komponen-komponen tersebut kemudian dilakukan kompilasi data sehingga menghasilkan kriteria pengembangan wisata budaya. Kriteria yang dihasilkan dibagi berdasarkan empat (4) pilar pariwisata yaitu aspek destinasi, aspek industri, aspek pemasaran, dan aspek kelembagaan. Tahap keempat yaitu mengidentifikasi kondisi wisata budaya di Kabupaten Bangka Barat dengan melakukan pengumpulan data melalui observasi langsung untuk melihat permasalahan dan kebutuhan serta dianalisis secara deskriptif evaluatif. Arahan pengembangan dirumuskan dengan melihat kriteria pengembangan dan permasalahan serta kebutuhan. Hasil penelitian ini diketahui bahwa Kabupaten Bangka Barat harus melakukan pengembangan di aspek destinasi, aspek industri, aspek pemasaran, dan aspek kelembagaan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2019).ARAHAN PENGEMBANGAN ENAM (6) DAYA TARIK WISATA BUDAYA DI KABUPATEN BANGKA BARAT ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.ARAHAN PENGEMBANGAN ENAM (6) DAYA TARIK WISATA BUDAYA DI KABUPATEN BANGKA BARAT ().Teknik Planologi:FTSP,2019.Text
MLA Style
.ARAHAN PENGEMBANGAN ENAM (6) DAYA TARIK WISATA BUDAYA DI KABUPATEN BANGKA BARAT ().Teknik Planologi:FTSP,2019.Text
Turabian Style
.ARAHAN PENGEMBANGAN ENAM (6) DAYA TARIK WISATA BUDAYA DI KABUPATEN BANGKA BARAT ().Teknik Planologi:FTSP,2019.Text