ANALISIS KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG LAHAN PADA PERTANIAN LAHAN BASAH DI KABUPATEN BANDUNG
Penelitian ini disusun atas latar belakang mengenai masalah dan ketahanan pangan komoditas beras, yang merupakan bahan pangan pokok yang dikonsumsi oleh hampir seluruh rakyat Indonesia. Konversi fungsi lahan pertanian merupakan salah satu fenomena yang cukup banyak terjadi saat ini, khususnya lahan sawah yang semakin terus menyempit dan beralih fungsi menjadi lahan non pertanian. Adapun luas lahan sawah di Provinsi Jawa Barat dalam kurun waktu tahun 2013 – 2016 mengalami penurunan sekitar 11.066,3 ha. Sementara itu, dalam kurun waktu yang sama, luas lahan sawah di Kabupaten Bandung terjadi penurunan yaitu sekitar 366 ha. Jumlah penduduk di Kabupaten Bandung dalam kurun waktu tahun 2013 – 2016 terjadi peningkatan sekitar 5,3%. Sementara itu, produktivitas padi sawah/beras terjadi penurunan sekitar 2,37%.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian dan daya dukung lahan pada pertanian lahan basah di Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan seluruh data yang diperlukan merupakan data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber literatur, yang di antaranya internet, jurnal penelitian dan instansi atau lembaga terkait sesuai dengan data yang dibutuhkan. Instansi atau lembaga terkait meliputi BAPPEDA, BPS dan Dinas Pertanian. Sementara itu, analisis data di dalam penelitian ini, menggunakan 5 (lima) metode yaitu analisis kesesuaian lahan pertanian, proyeksi penduduk, daya dukung lahan untuk pertanian, daya dukung lahan pertanian dalam menunjang swasembada pangan, serta keterkaitan kesesuaian lahan dengan daya dukung lahan.
Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa seluas 130.994,55 ha lahan di Kabupaten Bandung sesuai untuk budidaya pertanian lahan basah. Adapun sekitar 92% lahan sawah eksisting menempati lahan yang sesuai untuk budidaya pertanian lahan basah, sementara lahan yang ditempati untuk lahan rencana pertanian lahan basah sekitar 90,67% sesuai. Berdasarkan lahan sawah eksisting, daya dukung lahan untuk pertanian lahan basah dinyatakan surplus dengan daya dukung sekitar
4.846,99 ha, serta lahan rencana pertanian lahan basah memiliki daya dukung yang dinyatakan defisit sekitar –4.919,49 ha. Kabupaten Bandung tergolong belum mampu untuk swasembada beras, yang dinyatakan dengan daya dukung lahan pertanian lahan basah dalam menunjang swasembada beras yang tergolong kedalam klasifikasi kelas III. Kesesuaian dan daya dukung lahan pada pertanian lahan basah, memiliki keterkaitan kondisi yang cukup baik.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2019).ANALISIS KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG LAHAN PADA PERTANIAN LAHAN BASAH DI KABUPATEN BANDUNG ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.ANALISIS KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG LAHAN PADA PERTANIAN LAHAN BASAH DI KABUPATEN BANDUNG ().Teknik Planologi:FTSP,2019.Text
MLA Style
.ANALISIS KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG LAHAN PADA PERTANIAN LAHAN BASAH DI KABUPATEN BANDUNG ().Teknik Planologi:FTSP,2019.Text
Turabian Style
.ANALISIS KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG LAHAN PADA PERTANIAN LAHAN BASAH DI KABUPATEN BANDUNG ().Teknik Planologi:FTSP,2019.Text