IDENTIFIKASI TINGKAT PENGHIDUPAN MASYARAKAT DI KAWASAN INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT KELURAHAN KOTA WETAN, KECAMATAN GARUT KOTA, KABUPATEN GARUT
Kawasan industri pada suatu wilayah akan berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat disekitarnya. Dengan adanya kawasan industri akan memperluas lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Kawasan industri pada penelitian ini berada di Kelurahan Kota Wetan merupakan industri penyamakan kulit dan termasuk ke dalam industri pengolahan. Industri tersebut terbesar ke dua setelah industri agro dan hasil hutan dalam segi penyerapan tenaga kerja. Jika mengacu pada data tersebut industri penyamakan kulit memiliki pengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja, namun pada kenyataannya terjadi penurunan jumlah pengusaha penyamak kulit, yang berimbas terhadap tenaga kerja industri. Hal ini menjelaskan bahwa perlu adanya identifikasi tingkat penghidupan masyarakat dan perbandingan antara masyarakat industri dengan masyarakat non industri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi tingkat penghidupan masyarakat di Kelurahan Kota Wetan. Teknik analisis yang digunakan dalam analisis tingkat penghidupan yaitu metode skoring dari data karakteristik modal penghidupan masyarakat diantaranya modal manusia, modal, alam, modal fisik, modal finansial, dan modal sosial, tahap selanjutnya yaitu membadingkan tingkat penghidupan masyarakat industri dengan masyarakat non industri. Data karakteristik tersebut diambil menggunakan metode survey kepada masyarakat. Berdasarkan hasil analisis penghidpan masyarakat di Kelurahan Kota Wetan belum terjadi keseimbangan pada ke 5 modal penghidupan, ditandai dengan masih ada modal yang bernilai tinggi, sedang, dan rendah, dan masyarakat non industri lebih baik tingkat penghidupannya dibandingkan dengan masyarakat industri. Maka dari itu perlu adanya kerja sama antara lembaga lokal dan pemerintah untuk memberikan bantuan dan solusi kepada masyarakat agar penghidupannya lebih sejahtera. Rekomendasi yang di berikan dalam penelitian ini yaitu menjaga kebersihan lingkungan, sanitasi dan pengecekan penyakit, selanjutnya melestarikan sumber air tanah, perencanaan lokasi TPS, dibentuknya kooperasi, pengawasan lembaga lokal terhadap pendapatan yang diberikan pabrik industri, dan perlu dikembangkannya ekonomi lokal dengan memanfaatkan bahan limbah dari hasil penyamakan kulit.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2019).IDENTIFIKASI TINGKAT PENGHIDUPAN MASYARAKAT DI KAWASAN INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT KELURAHAN KOTA WETAN, KECAMATAN GARUT KOTA, KABUPATEN GARUT ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.IDENTIFIKASI TINGKAT PENGHIDUPAN MASYARAKAT DI KAWASAN INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT KELURAHAN KOTA WETAN, KECAMATAN GARUT KOTA, KABUPATEN GARUT ().Teknik Planologi:FTSP,2019.Text
MLA Style
.IDENTIFIKASI TINGKAT PENGHIDUPAN MASYARAKAT DI KAWASAN INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT KELURAHAN KOTA WETAN, KECAMATAN GARUT KOTA, KABUPATEN GARUT ().Teknik Planologi:FTSP,2019.Text
Turabian Style
.IDENTIFIKASI TINGKAT PENGHIDUPAN MASYARAKAT DI KAWASAN INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT KELURAHAN KOTA WETAN, KECAMATAN GARUT KOTA, KABUPATEN GARUT ().Teknik Planologi:FTSP,2019.Text