// <![CDATA[ANALISIS EFEK PENGGANDA DI KAWASAN EKONOMI KHUSUS TANJUNG LESUNG]]> Akhmad Setiobudi, Ir., MT. Dosen Pembimbing 1 AFINA MALAYI WIRIADIDJAJA/24-2012-061 Penulis
Kemiskinan dapat memberikan dampak pada berbagai aspek yang berkaitan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Dalam mengurangi kemiskinan dan membangun ekonomi nasional, pemerintah membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Kecamatan Panimbang di Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu wilayah termiskin dari skala ekonomi nasional. Menurut Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang, Tanjung Lesung dikenal sebagai kawasan pesisir pantai terbaik dengan pasir putih dan panorama yang indah di daratan maupun di bawah air. Berdasarkan hal ini, pemerintah telah menetapkan Tanjung Lesung sebagai KEK zona pariwisata menurut PP Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2012 Tentang Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung, dimana kawasan ini ditetapkan untuk menyelenggarakan fungsi perekonomian dan memperoleh fasilitas tertentu. Terkait hal ini, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kehadiran KEK terhadap perkembangan ekonomi masyarakat melalui efek pengganda. Perhitungan efek pengganda dilakukan berdasarkan Vanhove (2005), dengan melihat 3 (tiga) jenis dampak ekonomi berupa Keynesian Local Income Multiplier, Ratio Income Multiplier I dan Ratio Income Multiplier II. Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil nilai Keynesian Local Income Multiplier yaitu 0.03, nilai Ratio Income Multiplier I yaitu 1.59 dan nilai Ratio Income Multiplier II yaitu 1.64. Hal ini menunjukkan bahwa KEK Tanjung Lesung berdampak ekonomi rendah dari adanya pengeluaran wisatawan terhadap kegiatan pariwisata, namun pendapatan unit usaha telah berdampak terhadap pendapatan tenaga kerja dan pengeluaran tenaga kerja masyarakat.