// <![CDATA[PERUBAHAN GUNA LAHAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DI WILAYAH PERI-URBAN METROPOLITAN BANDUNG]]> 0419116601 - Ir. Yanti Budiyantini, M.Dev.Plg. Dosen Pembimbing 1 MUHAMMAD JULIO ARENDA SEMBIRING/24-2012-046 Penulis
Pertumbuhan penduduk yang tinggi memiliki pengaruh terhadap pemanfaatan ruang eksisting yang disebabkan semakin tingginya ruang yang dibutuhkan penduduk untuk mendukung aktifitasnya. Fenomena tersebut dibuktikan dengan proses alih fungsi lahan yang begitu cepat yang disebabkan aktivitas perkotaan yang diperluas sampai pinggiran kota (peri-urban). Pertumbuhan struktur kegiatan perdesaan menjadi kegiatan perkotaan di Wilayah Peri-Urban mengakibatkan berkurangnya lahan pertanian sehingga berdampak pada berkurangnya produksi kebutuhan pokok masyarakat dan berkurangnya lahan terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan guna lahan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya yang terjadi di Wilayah Peri-urban Metropolitan Bandung dalam kurun waktu 15 tahun terakhir. Untuk mengidentifikasi perubahan guna lahan digunakan analisis statistic deskriptif dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan guna lahan digunakan analisis regresi linear berganda.Berdasarkan hasil analisis, perubahan guna lahan yang dialami kecamatan-kecamatan yang terdapat di Wilayah Peri-urban Metropolitan Bandung selama 15 tahun terakhir terbagi dalam 5 klasifikasi, yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Kecamatan yang mengalami perubahan guna lahan yang tertinggi terdapat di kelompok tipologi wilayah semi kota, yaitu di Kecamatan Kutawaringin sebesar 474% dengan luas lahan terbangun tahun 2005 sebesar 138,92 Ha menjadi 797,46 Ha di tahun 2010 . Beberapa kecamatan sudah didominasi oleh guna lahan terbangun dan kecamatan disekitarnya ikut terkena dampak perubahan guna lahan. Perubahan guna lahan dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu faktor kepadatan penduduk, faktor ketersediaan sarana perdagangan, perindustrian, pendidikan, serta faktor aksesibilitas.