// <![CDATA[POLA KARAKTERISTIK IKLIM KAWASAN DENGAN KARAKTERISTIK RUANG DI KAWASAN PUSAT KOTA BANDUNG]]> 0401097201 - Ira Irawati S.T, M.T. Dosen Pembimbing 1 VALENTINA DIAJENG/24-2014-075 Penulis
Menurut BMKG, kawasan pusat Kota Bandung terindikasi mengalami kenaikan temperatur perkotaan. Kawasan pusat Kota Bandung merupakan kawasan wisata, perdagangan dan jasa, serta perkantoran. Tingginya intensitas bangunan di perkotaan memberi pengaruh pada tingkat kenyamanan termal bangunan. Beragam aktivitas juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya perluasan Urban Heat Island (UHI). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola karakteristik iklim dengan karakteristik ruang di kawasan pusat Kota Bandung. Karakteristik ruang meliputi kepadatan bangunan (KWT), jenis material bangunan, jumlah lantai bangunan, material perkerasan lahan dan letak vegetasi. Karakteristik iklim kawasan yang diteliti yaitu pola persebaran suhu radiasi rata-rata (MRT) dan indeks kenyamanan (PMV) yang dibantu dengan program Envi-Met, serta UHI yang perhitungannya dibantu dengan program GIS. Selanjutnya dilakukan overlay antara pola persebaran PMV, MRT, UHI, dengan KWT dan variabel ruang lainnya. Berdasarkan hasil simulasi, kondisi nyaman wilayah studi dicapai pada pukul 20.00 hingga pukul 06.00, serta pada pukul 15.00 merupakan kondisi dengan nilai PMV tertinggi yang memberikan sensasi paling panas. Dilihat dari pola persebaran PMV memiliki kemiripan dengan pola persebaran MRT dan suhu udara. Dilihat dari dominasi setiap variabel pada blok, tidak terlihat pola yang menunjukkan semakin tinggi nilai KWT, semakin tinggi albedo material bangunan dan tutupan ruang tidak terbangun, semakin tinggi jumlah lantai bangunan, serta semakin sedikit jumlah vegetasi maka semakin tinggi nilai PMV dan UHI-nya.