// <![CDATA[DAMPAK PERUBAHAN GUNA LAHAN TERHADAP PERUBAHAN RUANG EKOLOGIS DI KAWASAN BANDUNG TEKNOPOLIS]]> 0402097601 - Enni Lindia Mayona ST., MT Dosen Pembimbing 1 SHUFAIRA ISWARIANI ABIDIN/24-2013-083 Penulis
Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung Tahun 2014-2018, pusat pemerintahan Kota Bandung akan dipindahkan ke Kawasan Bandung Teknopolis. Kawasan ini diproyeksikan memiliki fungsi beragam, meliputi pengembangan fungsi bisnis, komersial, hunian maupun rekreasi. Pemindahan tersebut bertujuan untuk mengurangi tingkat kemacetan yang terjadi di Bandung Tengah dan mendistribusikan aktivitas dan pergerakan menuju Bandung Timur, namun permasalahan tersebut tidak teratasi dan berdampak pada berkurangnya guna lahan pertanian. Perubahan fisik lahan yang berlebihan akan berdampak buruk pada kelestarian alam menjadi tidak terjaga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perubahan guna lahan dan dampak perubahan ruang ekologis yang akan terjadi akibat adanya pembangunan Kawasan Bandung Teknopolis di Kawasan Gedebage. Ruang ekologis yang dilihat meliputi guna lahan pertanian dan ruang terbuka hijau (RTH). Perubahan guna lahan dilihat secara deskriptif dengan melihat perubahan luas masing-masing guna lahan pada tahun 2011, 2014, 2016, 2018, dan rencana pola ruang kawasan tahun 2035 serta dampak perubahan ruang ekologis berupa pengendalian banjir dan kebutuhan oksigen. Dari analisis ini diketahui bahwa terjadi penurunan luas ruang ekologis dari tahun 2011 hingga 2018. Berdasarkan perbandingan luas guna lahan pada tahun 2018 dengan rencana pola ruang kawasan tahun 2035, terjadi penurunan luas pertanian dan pertambahan luas RTH. Menurut rencana pola ruang kawasan tahun 2035, tidak terdapat guna lahan pertanian pada kawasan. Luasan yang berkurang mencapai 23,08 persen. Dampak dari penurunan luas pertanian ini adalah berkurangnya resapan air pada kawasan sebesar 0,08 persen dan berkurangnya produksi oksigen sebesar 60 persen.