KAJIAN KESEIMBANGAN SUMBER DAYA AIR TERHADAP PEMANFAATAN LAHAN DI KOTA BANDUNG


Perkembangan kawasan perkotaan di Kota Bandung selaras dengan meningkatnya kebutuhan akan sumber daya alam, tak terkecuali kebutuhan sumber daya air. Hal ini menyebabkan tingginya tingkat kebutuhan sumber daya air di Kota Bandung. Keseimbangan sumber daya air dalam pemanfaatan lahan merupakan kondisi sumber daya air dalam klasifikasi stabil, dimana faktor yang mempengaruhi keseimbangan sumber daya air adalah kebutuhan air dan ketersediaan air. Permasalahan keseimbangan sumber daya air di Kota Bandung dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya adalah laju pertumbuhan penduduk dan alih fungsi lahan. Laju pertumbuhan penduduk di Kota Bandung per tahun meningkat sebesar 0,29%, sedangkan banyaknya debit air yang disalurkan saat ini di Kota Bandung sebesar 42 juta m3/tahun, debit air tersebut menurun sebesar 0,018 m3/hari. Fenomena tersebut kemudian mengindikasikan bahwa Kota Bandung mengalami ketidaksesuaian sumber daya air, karena tingkat kebutuhan sumber daya air lebih tinggi dibandingkan tingkat ketersediaan sumber daya air.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keseimbangan sumber daya air terhadap pemanfaatan lahan di Kota Bandung. Adapun tahapan metode analisis yang dilakukan adalah mengidentifikasi tingkat kebutuhan dan ketersediaan sumber daya air di Kota Bandung. Kebutuhan sumber daya air diidentifikasi berdasarkan lima sektor yaitu sektor domestik, sektor pertanian, sektor peternakan, sektor industry dan sektor fasilitas. Berdasarkan hitungan ketersediaan dan kebutuhan dilakukan
perhitungan keseimbangan air dengan metode analisis neraca sumber daya air. Hasil analisis keseimbangan sumber daya air ditunjukkan dengan debit air yang surplus dan defisit.
Hasil dari rangkaian perhitungan analisis keseimbangan sumber daya air di Kota Bandung, diketahui bahwa Kota Bandung mengalami ketidaksesuaian sumber daya air. Hal ini dibuktikan dengan terdapatnya delapan kecamatan yang mengalami defisit sumber daya air. Adapun rekomendasi yang dapat peneliti berikan untuk wilayah kecamatan yang mengalami defisit sumber daya air adalah menerapkan konsep rainwater harvesting, sumur resapan, dan lubang biopori untuk menambah debit air tanah di Kota Bandung, sedangkan untuk kecamatan yang mengalami
keseimbanngan air yang surplus adalah pengoptimalan debit air yang surplus, dengan menyalurkan pada wilayah yang mengalami defisit.


LOADING LIST...

LOADING LIST...

Detail Information

Bagian Informasi
Pengarang DIDY SANJAYA/24-2017-112 - Personal Name
0421128201 - Iredo Bettie Puspita, S.T., M.T. - Personal Name
No. Panggil 757PL/19
Subyek Kebutuhan Air, Ketersediaan Air,
Keseimbangan Air
Fakultas FTSP
Tahun Terbit 2019
Jurusan Teknik Planologi
Deskripsi Fisik
Info Detil Spesifik


Citation

. (2019).KAJIAN KESEIMBANGAN SUMBER DAYA AIR TERHADAP PEMANFAATAN LAHAN DI KOTA BANDUNG().Teknik Planologi:FTSP

.KAJIAN KESEIMBANGAN SUMBER DAYA AIR TERHADAP PEMANFAATAN LAHAN DI KOTA BANDUNG().Teknik Planologi:FTSP,2019.Text

.KAJIAN KESEIMBANGAN SUMBER DAYA AIR TERHADAP PEMANFAATAN LAHAN DI KOTA BANDUNG().Teknik Planologi:FTSP,2019.Text

.KAJIAN KESEIMBANGAN SUMBER DAYA AIR TERHADAP PEMANFAATAN LAHAN DI KOTA BANDUNG().Teknik Planologi:FTSP,2019.Text

 



Homepage Info

Koleksi  ETD adalah merupakan Tugas Akhir mahasiswa Itenas dalam menempuh program Sarjana/Magister. Seluruh isi dari Tugas Akhir adalah merupakan tanggung jawab penulis sepenuhnya.

Koleksi


Total ETDs : 20322

Total Kunjungan: 26011 dari Maret 2018

Media Sosial / Kanal

Address

UPT Perpustakaan Itenas
Jl. PKH. Mustopha No.23
Bandung 40124, Indonesia
Phone: +62-22-7272215,
email: libary[at]itenas.ac.id