// <![CDATA[ANALISIS KUALITAS AIR WADUK SAGULING UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN AIR BAKU DI KECAMATAN BATUJAJAR]]> 0403097502 - Dr. Eka Wardani S.T,.M.T Dosen Pembimbing 1 0405048009 - Lina Apriyanti, S.T.,M.T. Dosen Pembimbing 2 Hasniyati Arey / 252013024 Penulis
Waduk Saguling direncanakan akan dijadikan sebagai sumber PDAM di Kecamatan Batujajar. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui trend kualitas air Waduk Saguling dari tahun 2008-2017, menghitung kebutuhan air di Kecamatan Batujajar serta menentukan unit pengolahan air. Langkah pertama adalah menghitung status mutu air menggunakan metode STORET, selanjutnya adalah menghitung proyeksi jumlah penduduk dan kebutuhan air 20 tahun ke depan serta menentukan alternatif unit pengolahan air. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kualitas air di sembilan titik pantau termasuk dalam kategori cemar berat. Berdasarkan hasil perhitungan indeks STORET stasiun 7 (Muara Cijere) merupakan lokasi terbaik dan dapat dijadikan sebagai sumber air baku di Kecamatan Batujajar. Parameter yang tidak memenuhi baku mutu di stasiun 7 yaitu BOD, COD, Klorin Bebas, Besi, Mangan dan Klorida. Aspek kuantitas, Waduk Saguling memberikan jaminan ketersediaan air baku secara kontinu yaitu sebesar 4.000 l/detik dan masih bisa dikembangkan hingga 5.000 l/detik. Berdasarkan hasil perhitungan, kebutuhan air di Kecamatan Batujajar tahun 2037 sebesar 153,08 l/detik dengan jumlah penduduk yang dilayani sebanyak 128.230 jiwa. Rangkaian sistem pengolahan air baku di Kecamatan Batujajar terdiri dari intake dilengkapi barscreen, prasedimentasi, koagulasi hidrolis (Hydraulic Mixing Coagulation), flokulasi dengan saluran bersekat (Baffle Channel), sedimentasi dengan bak berbentuk persegi (Rectangular Basin), saringan pasir cepat (Rapid Sand Filter) dan desinfeksi dengan klorin.