// <![CDATA[PERENCANAAN SISTEM PENGURANGAN SAMPAH DI BATUNUNGGAL INDAH SEBAGAI KAWASAN BEBAS SAMPAH PERTAMA UNTUK KAWASAN PERMUKIMAN MENENGAH KE ATAS]]> 0416087701 - Siti Ainun , S.T., S.Psi, M.Sc Dosen Pembimbing 1 Dwi Era Agustini Hasibuan / 252014015 Penulis
Kota Bandung pada tahun 2016 berdasarkan data PD Kebersihan menimbulkan lebih dari 3.500m3 sampah per hari dan sekitar 1.550 ton sampah pehari langsung masuk ke TPA tanpa pengelolaan. Kawasan Bebas Sampah merupakan salah satu program pemerintah Kota Bandung untuk mengurasngi timbulan sampah yang masuk ke TPA dengan mengoptimalkan pengolahan di sumber sampah. Tujuan dari perencamaa ini adalah untuk merencanakan sistem pengurangan sampah di Batununggal Indah sebagai kawasan Bebas Sampah pertama bagi kawasan permukiman menengah ke atas. Pengumpulan data dilakukan dengan pengkran timbulan sampah yang terdiri dari sampah organik, halaman, daur ulang, dan residu mengikuti SNI 19-3964-1994, dan wawancara untuk mengetahui tingkat peran serta akan persampahan di kawasan Batununggal Indah terhadap 80 sampel. Hasil data analisisi dengan metode statistika deskriptif menggunakan aplikasi Minitab 18 untuk menghasilkan wilayah-wilayah dengan tingkat tinggi, sedang dan renadj berdasarkan timbunan sampah dan tingkat peran serta masyarakat. Hasil dari perencanaan ini menunjukan kawasan Batununggal Indah menimbulkan sampah sebesar 0,22 kg/o/h atau 2,55 l/o/h dan terbagi menjadi 2 kategori wilayah dengan jumlah timbulan dan tingkat peran serta masyarakat tinggi dan menengah. Diperoleh hasil bahwa wilayah satu memiliki potensi pengurangan sampah mencapai 1.141.09 kg/h atau 13.297,38 l/h dan wilayah dua mencapai 1.1773,3 I kg/h atau 13.438,09 l/ h. Dibutuhkan sebanyak 2 unit biodigesr dan 12 unit komposter, juga penjemputan bank sampah sehari sehari untuk mengurangi sampah baik untuk wilayah 1 dan wilayah 2 dan biaya sebesar Rp. 259.040.000. sebagai biaya investasi unit pengurangan sampah.