// <![CDATA[ANALISIS KOROSIFITAS AIR WADUK SAGULING DENGAN METODE LANGELIER SATURATION INDEX]]> 0426039201 - Fatimah Dinan Qonitan, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 Salma Putri Amani / 252014048 Penulis Dr. Eka Wardhani., ST., MT Dosen Pembimbing 1
Seiring dengan berjalannya waktu, kualitas air Waduk Saguling semakin cepat mengalami penurunan, salah satu indikasinya yaitu tingginya korosifitas air waduk. Tingginya korosifitas air dapat merusak peralatan yang digunakan pada fungsi utama waduk yaitu sebagai pemasok air PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air). Salah satu alat yang telah terkena dampak korosi adalah turbin. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis trend korosifitas air Waduk Saguling selama 10 tahun (2008-2017) pada dua musim sebagai data sekunder dan pada musim kemarau 2018 sebagai data primer menggunakan metode Langelier Saturation Index. Berdasarkan hasil perhitungan LSI selama 10 tahun terakhir, rentang nilai indeks korosifitas di musim kemarau sebesar -1,99 hingga -0,06. Sedangkan di musim hujan memiliki rentang nilai indeks sebesar -1,72 hingga 0,27. Air di musim kemarau lebih korosif dibandingkan musim hujan. Hasil perhitungan nilai indeks korosifitas pada musim kemarau 2018 berkisar -1,60 hingga 0,40. Stasiun yang memiliki nilai LSI terendah ialah stasiun 6 (Muara Ciminyak) dengan nilai yang sudah tergolong korosi serius. Kedalaman dekat dasar merupakan kedalaman yang paling bersifat korosif. Berdasarkan analisis statistik, parameter yang paling memengaruhi pH sebagai parameter utama korosifitas air ialah parameter gas H2S.