// <![CDATA[PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU MENGGUNAKAN METODE ELEKTROKOAGULASI DENGAN ELEKTRODA BESI (Fe)]]> 0409056501 - Dr. Etih Hartati, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 Anna Edy Persulessy, M.Eng Dosen Pembimbing 2 Novia Putri Utami/252014152 Penulis
Industri tahu NJ menghasilkan limbah cair 1,83 m3/hari yang dibuang kesungai. Limbah cair tahu memiliki kandungan organik yang tinggi seperti parameter BOD, COD, TSS, dan pH. Rasio BOD/COD limbah tahu NJ sebesar 0,73 dimana sebaiknya menggunakan pengolahan biologi, namun penelitian ini ingin mengetahui efisiensi COD, TSS, dan TDS apabila dilakukan pengolahan fisik kimia khususnya metode elektrokoagulasi. Metode elektrokoagulasi merupakan penggabungan proses elektrokimia dan proses koagulasi–flokulasi namun tanpa adanya penambahan bahan kimia. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh variasi waktu detensi dan tegangan listrik dalam mengolah limbah cair tahu terhadap parameter pH, DHL, COD, TSS, dan TDS dan mengetahui biaya pengolahan berdasarkan energi listrik yang digunakan dengan metode elektrokoagulasi menggunakan elektroda besi (Fe) secara kontinyu. Variasi tegangan listrik sebesar 5 volt dan 12 volt sedangkan variasi waktu detensi sebesar 40 menit, 50 menit, 60 menit, 70 menit, 80 menit. Hasil penelitian metode elektrokoagulasi ini mampu menyisihkan COD sebesar 54,72%, TSS sebesar 98,14%, dan TDS sebesar 31,75%. Setelah metode elektrokoagulasi terjadi peningkatan pH dari 4,96 menjadi 5,85 dan DHL dari 4,68 menjadi 4,38. Berdasarkan persentase penyisihan konsentrasi parameter COD dan TSS dibandingkan dengan standar baku mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2014 Tentang Baku Mutu Air Limbah konsentrasi effluent masih melebih standar baku mutu. Sehingga dibutuhkan adanya tambahan unit pengolahan lanjutan agar konsentrasi parameter pencemar dapat memenuhi standar baku mutu.