// <![CDATA[PERENCANAAN SISTEM INSTALASI PLAMBING GEDUNG DINAS LINGKUNGAN HIDUP PROVINSI JAWA BARAT KONSEP BANGUNAN GEDUNG HIJAU]]> Anindito Nurprabowo,S.T. Dosen Pembimbing 1 0405048009 - Lina Apriyanti, S.T.,M.T. Dosen Pembimbing 2 Muhd. Shabri M. Gani / 252009015 Penulis
Peningkatan ekonomi dan jumlah penduduk wilayah perkotaan di Provinsi Jawa Barat, mempengaruhi perkembangan urusan pemerintah diantaranya Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat. Dengan demikian pemerintah propinsi merencanakan untuk membangun gedung perkantoran di lahan baru yang lebih luas untuk mendukung aktivitas kerja. Pembangunan gedung DLH belokasi di kecamatan gedebage Kota Bandung. Perencanaan sistem plambing mengacu kepada peraturan Walikota Bandung 1032 tahun 2016 tentang Banguna Gedung Hijau. perhitungan kebutuhan air bersih dan air buangan mengacu SNI 8153- 2015. Total kebutuhan air bersih mencapai 29,3 m³/hari. Total kebutuhan air bersih menghasilkan timbulan air buangan sebessar 28,1 m³/ hari dengan rasio grey water sebesar 21,1 m³/ hari dan black water sebesar 7,02 m³/ hari. Pipa yang di gunakan untuk menyalurkan air bersih adalah pipa PPR (Poly Prophylene Randem) dan pipa air buangan PVC (poly Vinyl Chloride). Diameter pipa air bersih berkisar antara 20 mm – 50 mm, sedangkan diameter pipa air buangan berkisar antara 40 mm – 60 mm untuk alat plambing shower, lavatory, urinoir, floor drain dan water closet. Pemilihan pengolahan air sekunder dengan menggunakan STP biofive, Dengan tipe BFV-200. Dapat menghasilakan air sekunder sebesar 16,9 m³/ hari.