// <![CDATA[PERENCANAAN SISTEM PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK SETEMPAT DI DESA SINGAPARNA, KABUPATEN TASIKMALAYA]]> 0409056501 - Dr. Etih Hartati, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 Dr. Eng. Didin A. Permadi S.T.,M.Eng. Dosen Pembimbing 2 Azizah Trijayanti Dwitantri / 252014001 Penulis
Desa Singaparna merupakan daerah yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tertinggi di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Desa Singaparna memiliki luas wilayah sebesar 86 Ha dengan jumlah penduduk sebanyak 8.405 jiwa dan kepadatan penduduk sebesar 98 jiwa/Ha pada tahun 2017. Berdasarkan laporan Environmental Health Risk Assesment (EHRA) di dalam Pokja Sanitasi Kabupaten Tasikmalaya tahun 2015-2019, Desa Singaparna memiliki risiko sanitasi yang sangat tinggi, salah satu penyebab risiko sanitasi tinggi di Desa Singaparna yaitu kurangnya pengelolaan air limbah, sehingga diperlukan system pengolahan air limbah yang lebih baik. Oleh karena itu pentingnya pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik secara setempat dengan menggunakan pengolahan bidang resapan. Berdasarkan SNI 2398-2017, tangki septik ini mempunyai kapasitas jumlah pemakai dengan maksimal pengguna 50 jiwa. Dalam perencanaan ini dilakukan tahapan – tahapan untuk membangun pengelolaan air limbah domestik setempat dengan pengolahan lanjutan berupa bidang resapan yang meliputi perhitungan debit timbulan air limbah domestik, dimensi pipa, volume galian tanah. Perencanaan sistem penyaluran air limbah domestik untuk 102 jalur ini memiliki panjang total 8.860 m, diameter pipa lateral yang digunakan 114 mm, debit puncak tertinggi pada 90 jalur sebesar 0,080 L/detik. Jumlah total volume galian tanah untuk 102 jalur adalah sebesar 5.353 m3. Rencana anggaran biaya yang direncanakan sebesar Rp 5.311.773.869,-