// <![CDATA[ANALISIS TINGKAT KRITIS LAHAN DI SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI CIPAMOKOLAN]]> Dr. Dyah Marganingrum, S.T. Dosen Pembimbing 2 0403017701 - Iwan Juwana S.T., M.E.M., Ph.D Dosen Pembimbing 1 Dinar Elsa / 252014043 Penulis
Menurut Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat tahun 2010 Sub DAS Cipamokolan dikategorikan buruk dengan erosinya sebesar 450 (ton/ha/tahun), hal ini disebabkan karena tata guna lahan yang sebagian besar dipenuhi oleh pemukiman dan berdampak pada keseimbangan kawasan lindung. Berdasarkan kondisi sub DAS Cipamokolan saat ini, maka diperlukan adanya penelitian untuk mengkaji erosi di Sub DAS Cipamokolan. Metode – metode yang akan digunakan adalah adalah metode USLE, RUSLE, dan MUSLE. Ketiga metode tersebut diaplikasikan pada sub DAS Cipamokolan untuk mengetahui metode yang paling sesuai dengan kondisi sub DAS Cipamokolan. Perhitungan dengan ketiga metode tersebut kemudian divalidasi menggunakan data primer dan sekunder. Hasil validasi memperoleh bahwa metode yang paling cocok adalah metode RUSLE. Hal ini didasarkan pada selisih perhitungan metode RUSLE yang paling kecil dibandingkan dengan kedua metode tersebut. Sehingga rekomendasi perbaikan yang disarankan pada Sub DAS Cipamokolan diantaranya adalah teras guludan, penanaman rumput, pembuatan saluran air dan penanaman tanaman penutup.