// <![CDATA[HUBUNGAN ANTARA PARAMETER BIOCHEMICAL OXYGEN DEMAND (BOD) DENGAN DOSIS KOAGULAN DAN BIAYA PRODUKSI DI IPA BADAK SINGA PDAM TIRTAWENING KOTA BANDUNG]]> 0408066601 - Rachmawati Sugihhartati Djembarmanah, Ir., M.Env.Stud., Ph.D Dosen Pembimbing 1 Geugeu Hanifah / 252014051 Penulis
BOD merupakan kebutuhan oksigen untuk mengolah zat organik di dalam air oleh mikroorganisme, dimana zat organik terdiri dari zat organik hidup dan tidak hidup yang di dalam air berada dalam bentuk padatan tersuspensi dan koloid. Untuk mengolah padatan tersuspensi dan koloid diperlukan koagulan, sehingga padatan tersuspensi dan koloid tersebut dapat diendapkan di bak sedimentasi. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan BOD dan dosis koagulan di IPA Badak Singa. PAC merupakan koagulan yang digunakan di IPA Badak singa. Banyaknya dosis koagulan yang dibutuhkan akan berakibat terhadap biaya pembelian koagulan tersebut, dan biaya pembelian koagulan tersebut merupakan biaya pembelian bahan kimia yang merupakan bagian pula dari biaya produksi. Sehingga penelitian ini pun bertujuan untuk melihat hubungan BOD dan biaya produksi. Data yang digunakan pada penelitian ini berupa data BOD, dosis koagulan, biaya koagulan, dan biaya produksi dari Maret 2013-Juni 2018; dimana BOD merupakan data primer dan sekunder yang memperlihatkan representasi dari musim hujan dan musim kemarau, akan tetapi pada penelitian ini tidak memperhatikan musim; data primer, yaitu untuk tahun 2018 didapatkan dengan cara sampling dan analisis di laboratorium, yaitu mengukur nilai DO menggunakan DO meter sesuai dengan SNI 6989.72:2009 dan Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater 21st Edition, 2005; dan data sekunder untuk tahun 2013-2017. Sedangkan untuk data dosis koagulan lapangan, biaya koagulan, dan biaya produksi merupakan data sekunder. Pengolahan data yang dilakukan untuk mengetahui hubungan BOD terhadap dosis koagulan dan biaya produksi dengan menggunakan secara matematis, grafis dan simple linear regression; dan analisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata dosis koagulan PAC adalah 9 mg/L untuk setiap mg/L BOD, dan rata-rata biaya koagulan yang dikeluarkan adalah sebesar Rp. / 1 mg/L BOD.