// <![CDATA[PENGARUH PARAMETER TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) TERHADAP DOSIS KOAGULAN DAN BIAYA AIR PRODUKSI DI IPA CIMAHI PDAM TIRTA RAHARJA KABUPATEN BANDUNG]]> 0408066601 - Rachmawati Sugihhartati Djembarmanah, Ir., M.Env.Stud., Ph.D Dosen Pembimbing 1 Ibnu Maulana Fakhri / 252014096 Penulis
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dosis koagulan terhadap penyisihan Total Suspended Solid (TSS), yang mempengaruhi biaya koagulan. Parameter yang diteliti, yaitu: TSS dengan menggunakan metode gravimetri; kekeruhan dengan menggunakan metode nefelometer; warna dengan menggunakan metode spektrofotometri; pH dengan menggunakan metode pH meter; temperatur dengan menggunakan metode termometer; dan koagulasi dengan menggunakan metode jartest. Pengujian parameter TSS, kekeruhan, warna, pH, dan temperatur dilaksanakan di laboratorium PDAM Tirta Raharja. Pengujian dilakukan pada msuim hujan tanggal 26 Februari – 9 Maret 2018, dan musim kemarau pada tanggal 17 September – 28 September 2018. Sampel uji diambil di bak koagulasi sebelum dibubuhkannya koagulan. Pada percobaan dosis optimum sebesar 18 mg/L pada musim hujan dibutuhkan alum sulfat sebesar 300 Kg/hari, dan pada musim kemarau sebesar 16 ppm mg/L dengan kebutuhan alum sulfat sebesar 250 Kg/hari. Biaya air produksi (Rp/m3) pada musim hujan sebesar Rp 6.346.473/hari, dan musim kemarau sebesar Rp 6.221.473/hari. Persentase (%) biaya koagulan dalam biaya air produksi sebesar 10,94%. Sehingga didapat biaya dasar air produksi rata-rata sebesar Rp 687/m3, dan tarif air rata-rata sebesar Rp 1.418/m3. Tarif rata-rata lebih besar dari biaya dasar air produksi, sehingga IPA Cimahi sudah memenuhi Full Cost Recovery (FCR).