// <![CDATA[VALUASI NILAI EKONOMI LINGKUNGAN WISATA ALAM PANTAI NAMALATU KOTA AMBON DENGAN TRAVEL COST METHOD]]> 0421077802 - Kancitra Pharmawati ST, MT. Dosen Pembimbing 1 Timothy Musila / 252014139 Penulis
Objek Wisata Pantai Namalatu sebagai salah satu objek wisata pesisir di Pulau Ambon memiliki nilai kekayaan sumber daya alam yang besar karena kekayaan biota laut dan pemandangan yang ditawarkan. Namun sejauh ini nilai kekayaan alam tersebut tidak dianggap menjadi nilai ekonomi Pantai Namalatu karena tidak memiliki nilai kuantitatif. Metode biaya perjalanan (Travel Cost Method/TCM) dengan pendekatan individu merupakan suatu metode yang dapat digunakan untuk menduga nilai dari barang dan jasa yang tidak memiliki nilai kuantitatif berdasarkan biaya perjalanan pengunjung yang dianggap sebagai Willingnes To Pay (WTP). Selanjutnya TCM dapat digunakan untuk menghitung nilai ekonomi dan juga surplus konsumen yang akan bermanfaat sebagai pertimbangan dan masukan dalam pengembangan aspek persampahan yang menjadi permasalahan di objek wisata Pantai Namalatu. Berdasarkan perhitungan, didapatkan nilai rata-rata WTP sebesar Rp. 97.825,-/pengunjung, nilai ekonomi total sebesar Rp. 3.188.899.350 / tahun, dan nilai surplus konsumen sebesar Rp. 1.682.708.760 /tahun. Alokasi biaya yang dibutuhkan untuk pengembangan aspek persampahan dilakukan dengan menggunakan pendekatan Contingen Valuation Method (CVM) untuk mengetahui besaran WTP bagi kegiatan pengembangan yang akan dilakukan. Pengembangan aspek persampahan yang dilakukan difokuskan pada sistem pengolahan sampah menggunakan komposter dengan total anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp.25.040.000.