// <![CDATA[PENGEMBANGAN MATERIAL YANG TAHAN TERHADAP TEMPERATUR TINGGI (AUSTENITIC STAINLESS STEEL + MOLYBDENUM)]]> Yusril Irwan, ST.,MT Dosen Pembimbing 2 Uum Sumirat, M.T. Dosen Pembimbing 1 YOKO DARWANTO / 122013126 Penulis
PLTU batubara superkritikal dimulai pada tahun 1983 dengan parameter uap tekanan 24,1 Mpa dan temperatur 538°C/ 538°C (uap superheated dan reheated). Teknologi ultra superkritikal dimuali tahun 1993 dengan tekanan 24,1 MPa dan 538°C/593°C. Mulai tahun 2000, dibangun PLTU ultra superkritikal dengan tekanan dan temperatur yang lebih tinggi yaitu 25 MPa dan 600°C di PLTU Tachibana dan Isogo. dari fenomena tersebut, sering meningkatnya efesiensi batu bara pada PLTU, sering terjadi kerusakan pada sudu turbin dikarenakan bahan dari sudu turbin tidak mampu menahan temperatur > 760°C. Maka dari penelitian ini penulis mencoba meneliti dengan menambahkan molybdenum pada bahan baku dasar AISI 310 agar dapat menemukan material baru yangtahan terhadap temperatur > 760°. Baja tahan karat merupakan baja paduan tinggi yang mempunyai peranan penting dalam industri. Salah satu jenis baja tahan karat autenitik. Secara umum baja tahan karat tersebut mengandung unsur pemandu Ni, Cr dan unsur pemandu lainnya. Kekuatan dan Keuletan dari baja tahan karat autenitik tersebut dapat ditingkatkan dengan cara alloying dan thermo-mechanical treatment (TMT). Pada proses alloying dapat terjadi perubahan struktur mikro yang pda akhirnya dapat meningkatkan sifat-sifat mekanik dari material tersebut. untuk selanjutnya baja tahan karat austenitik perlu dikembangkan untuk meningkatkan karakteristik ketahanan terhadap lingkungan korosif serta sifat mekaniknya. Pengembangan ini dapat dilakukan dengan cara memadukan AISI 310 dengan Molindenum.