// <![CDATA[USULAN JUMLAH LOKET PEMBELIAN TIKET COMMUTER LINE DI STASIUN RANGKASBITUNG MENGGUNAKAN TEORI ANTREAN BERDASARKAN MINIMASI BIAYA]]> Fifi Herni Mustofa, ST., MT. Dosen Pembimbing 1 Laurent Primadita Natasapradja / 13-2014-151 Penulis
Transportasi untuk wilayah Jabodetabek terutama Jakarta dan Banten salah satunya adalah commuter line. Stasiun penghubung untuk daerah Banten adalah stasiun Rangkasbitung, dan untuk daerah Jakarta adalah stasiun Tanahabang. Penelitian ini dilakukan di stasiun Rangkasbitung yang memiliki tiga loket pembelian tiket commuter line. Namun masih menyebabkan adanya antrean pada stasiun Rangkasbitung yang mengharuskan pihak stasiun Rangkasbitung untuk menambah loket tambahan guna mengurangi antrean pada hari-hari dan jam-jam tertentu. Model antrean pada stasiun Rangkasbitung adalah multiple chanel model dengan server lebih dari satu, dimana memiliki satu jalur antrean dan terdapat beberapa pelayanan fasilitas. Metode yang digunakan adalah teori antrean. Data yang dibutuhkan yaitu data waktu pelayanan, data jumlah kedatangan penumpang, biaya gaji loket, dan gaji UMK penumpang. Data waktu pelayanan dan kedatangan diuji menggunakan uji kesamaan rata-rata menggunakan ANOVA. Setelah diuji ANOVA, data waktu pelayanan diuji menggunakan uji distribusi eksponensial dan data jumlah kedatangan diuji menggunakan uji distrribusi poisson. Selanjutnya melakukan perhitungan model antrean. Setelah didapatkan, melakukan perhitungan total biaya, dan menentukan jumlah loket optimal dengan kriteria minimasi ongkos biaya.