PERANCANGAN DESAIN INTERIOR MUSEUM SASTRA POERBATJACARAKA DI YOGYAKARTA
Sastra Jawa sebagai suatu istilah yang menunjuk kepada suatu ilmu dengan bahasan
yang luas, yang meliputi berbagai macam dimensi, yaitu : pertama adalah teori
sastra Jawa, kedua adalah sejarah sastra Jawa dan yang ketiga adalah kritik sastra
Jawa. Maka lebih dikhususkan kembali dengam mengangkat tokoh sastra yaitu
Prof. Dr. Raden Mas Ngabehi (Lesya) Poerbatjaraka seorang tokoh sastra jawa
kuno. Maka museum ini membahas tentang sejarah sastra jawa menurut waktu.
Museum merupakan lembaga tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan dan
pemanfaatan benda-benda bukti material hasil budaya manusia serta alam dan
lingkungannya, guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan
budaya bangsa. Pameran merupakan cara efektif bagi museum untuk
berkomunikasi dengan pengunjung. Karya sastra jawa khususnya dijogja sebagai
kota budaya dan pendidikan, akan menjadi ilmu yang sangat menunjang hingga
nanti, karena karya ini hasil dari budaya manusia , alam dan lingkungannya.
Perencanaan pameran pada museum ini merupakan faktor penting untuk
menentukan strategi, tahapan, dan perencanaan desain interior agar karya sastra
mampu berkomunikasi dengan pengunjung di berbagai kalangan dengan mudah.
Prof. Dr. Raden Mas Ngabehi (Lesya) Poerbatjaraka (lahir di Surakarta tahun 1884
– meninggal di Jakarta tahun 1964 pada umur 79/80 tahun) adalah seorang
budayawan, ilmuwan Jawa dan terutama pakar sastra Jawa Kuna. Pada bukunya
kapustakan Djawi, beliau menuturkan tujuh jenis sejarah sastra jawa. Sehingga
storyline museum berdasarkan waktu. Benda koleksi museum sastra ini kebanyakan
naskah sastra kuno, namun karena isi dari naskah kuno ini sangat banyak
lemabaran-nya, sehingga pengunjung dapat mengakses isinya melalui fasilitas
display interaktif digital atau juga bisa melalui ar guide yang terinstal pada gadget
setiap pengunjung. Sehingga pengunjung mempunyai pengalaman melihat
langsung benda asli naskah kuno beserta penjelasan isinya naskah tersebut sesuai
Bahasa yang dimengerti pengunjung masing-masing. Museum sastra saat ini belum terdapat di Indonesia, kebanyakan sastra dikoleksi oleh perpustakaan masingmasing
daerah.
Dari hal-hal tersebut kemudian timbulah suatu usaha untuk melestarikan sastra jawa
di jogja. Maka dibutuhkan suatu wadah yang menunjang proses komunikasi antara
pengunjung dengan karya sastra jawa. Salah satu diantaranya adalah dengan adanya
museum, dimana museum sebagai sarana mengumpulan, memelihara, meneliti, dan
memamerkan bukti-bukti perkembangan sastra di nusantara . Selain itu sebagai
sarana informasi dan pengetahuan mengenai dunia sastra, sejarah perkembangan
sekaligus sebagai sarana rekreasi yang didukung dengan perancangan interior yang
komunikatif dan interaktif.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2015).PERANCANGAN DESAIN INTERIOR MUSEUM SASTRA POERBATJACARAKA DI YOGYAKARTA ().Desain Interior:FAD
Chicago Style
.PERANCANGAN DESAIN INTERIOR MUSEUM SASTRA POERBATJACARAKA DI YOGYAKARTA ().Desain Interior:FAD,2015.Text
MLA Style
.PERANCANGAN DESAIN INTERIOR MUSEUM SASTRA POERBATJACARAKA DI YOGYAKARTA ().Desain Interior:FAD,2015.Text
Turabian Style
.PERANCANGAN DESAIN INTERIOR MUSEUM SASTRA POERBATJACARAKA DI YOGYAKARTA ().Desain Interior:FAD,2015.Text