GALERI SENI RUPA BANDUNG.


Kota Bandung mempunyai karakteristik yang khas dibanding
kota lainnya di Indonesia. Bandung mempunyai kenyataan etnik
yang sangat besar dari corak,gaya dan visi dengan progresivitas
seni yang ada. Di kota ini telah banyak melahirkan seniman besar
dan penting, maka tak berlebihan jika A.D. Pirous mengatakan
bahwa kota Bandung berpotensi sebagai salah satu kota
Metropolitan seni11 .
Tata ruang dan arsitektur kota Bandung memang dibentuk
oleh pemerintah masa Kolonial untuk menjadi sebuah kota yang
diharapkan bahwa seni-budaya bisa hidup di tengah
masyarakatnya2 . Akhir-akhir ini Bandung sebagai sebuah lokasi
perkembangan budaya telah tergeser oleh kota Yogya dan Jakarta
yang semakin disesaki para seniman untuk beraktivitas3. Tapi pada
kenyataannya Bandung masih menyimpan potensi kesenian yang
cukup besar, hanya saja mungkin hal ini tidak disadari oleh
masyarakat kota Bandung sendiri maupun masyarakat luas karena
kurangnya komunikasi dan kegiatannya tidak terpusat dalam suatu
wadah yang tepat.
Bandung memiliki citra kota kebudayaan dan pendidikan
diharapkan dapat mencerminkan citra tersebut secara nyata dalam
konteks pengembangan seni rupa di Bandung secara
kepariwisataan,apresiasi, edukasi dan rekreatif dituntut memiliki
wadah apresiasi seni rupa yang representatif. Salah satu wadah kegiatan seni rupa itu adalah Galeri Seni Rupa. Galeri-galeri yang
ada di Bandung sudah bermunculan tapi kebanyakan galeri-galeri
tersebut masih bersifat statis dan pasif atau dengan kata lain tidak
akrab dengan masyarakat terutama masyarakat menengah ke
bawah dan kalangan pendidikan bahkan belum merupakan aset
objek pariwisata.
Menurut data yang ada di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta
Pusat untuk tahun 2000 data pengunjung 200 orang setiap
pameran dengan jarak pameran 2 minggu. Di Museum Seni Rupa
dan Keramik ,Jakarta Barat untuk tahun 1997 terdapat 8585 orang
pengunjung dalam negeri dan 3735 pengunjung dari luar negeri,
sedangkan di Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki,
Jakarta Pusat untuk data tahun 1968-1992 (25 tahun) jumlah ada
712 kegiatan pameran seni rupa dengan rata-rata jumlah
pengunjung 750 orang setiap pameran. Dari data tersebut
diharapkan Bandung dapat memiliki sarana seni rupa berskala
besar seperti sarana-sarana di atas yang dapat memenuhi jumlah
pengunjung rata-rata 60-100 pengunjung perhari. Terutama galeri
seni rupa ini letaknya dekat dengan jasa perdagangan, perhotelan
dan pemukiman.
Selain itu Galeri Seni Rupa ini fungsinya tidak hanya untuk
pameran saja tapi juga terdapat fasilitas penunjang lainnya seperti
pelatihan seni rupa, areal toko, perpustakaan, café dan restoran
yang diharapkan dapat mendatangkan keuntungan tersendiri bagi
Galeri Seni Rupa ini.
Pengadaan suatu galeri penting untuk dapat menjembatani
kebutuhan seniman, masyarakat dan hasil karya seni dalam
mengapresiasikan seni itu sendiri. Dengan demikian pemenuhan
kebutuhan tersebut pada salah satu bagian kota Bandung ini juga
tidak hanya untuk pemenuhan kebutuhan fungsi utama saja tapi turut memberikan nilai tambah kepada dimana ia berada dan
berinteraksi


LOADING LIST...

LOADING LIST...

Detail Information

Bagian Informasi
Pengarang BERBUDI KSATRYA AWANGGA / 21.1997.125 - Personal Name
No. Panggil 372AR092003a
Subyek
Fakultas FTSP
Tahun Terbit 2003
Jurusan Arsitektur
Deskripsi Fisik
Info Detil Spesifik

  Tags :

Citation

. (2003).GALERI SENI RUPA BANDUNG.().Arsitektur:FTSP

.GALERI SENI RUPA BANDUNG.().Arsitektur:FTSP,2003.Text

.GALERI SENI RUPA BANDUNG.().Arsitektur:FTSP,2003.Text

.GALERI SENI RUPA BANDUNG.().Arsitektur:FTSP,2003.Text

 



Homepage Info

Koleksi  ETD adalah merupakan Tugas Akhir mahasiswa Itenas dalam menempuh program Sarjana/Magister. Seluruh isi dari Tugas Akhir adalah merupakan tanggung jawab penulis sepenuhnya.

Koleksi


Total ETDs : 20322

Total Kunjungan: 26011 dari Maret 2018

Media Sosial / Kanal

Address

UPT Perpustakaan Itenas
Jl. PKH. Mustopha No.23
Bandung 40124, Indonesia
Phone: +62-22-7272215,
email: libary[at]itenas.ac.id