// <![CDATA[Pengenalan Sensory Processing Disorder untuk Orang Tua melalui Media Website]]> 0411087201 - Rr. Rosa Karnita, S.Sn., M.Sn., Ph.D. Dosen Pembimbing 1 Denisa Bella Kiana / 332015013 Penulis
Gangguan sensorik atau Sensory Processing Disorder adalah suatu kondisi dimana tubuh dan otak memiliki kesulitan mengolah dan menanggapi rangsangan sensorik dari lingkungan. Beberapa orang dengan SPD sangat peka terhadap hal-hal yang dianggap tidak biasa. Ada juga anak yang hampir tidak memberi respon apapun terhadap rangsangan dari luar. Gangguan sensorik dapat mempengaruhi satu, beberapa, atau semua indera fisik. Dengan memantau perkembangan anak, orangtua sebenarnya bias mendeteksi dini gangguan sensorik anak. Bila tidak segera dilakukan penanganan, anak bisa saja berkembang dengan ketidakmampuan untuk mengatasi kesulitan emosional, fisik, dan sosial kelak. Gejala yang sangat terlihat jelas biasanya si anak suka menggigit apapun dan selalu mengeluarkan air liur dari mulutnya,mereka juga melakukan gerakan yang terus menerus seperti berlari dan berputar,ada juga anak yang menolak saat dipakaikan pakaian dengan bahan tertentu karena mereka merasa geli, gatal atau perih,anak penderita SPD sangat takut saat berada di tempat ramai,anak yang punya masalah sensorik cenderung langsung menutup telinga, terlihat sangat terganggu dan sangat gelisah meskipun sudah ditenangkan. Terapi okupasi adalah bentuk utama pengobatan untuk anak-anak dengan Sensory Processing Disorder.