STASIUN KERETA KEDUNG BADAK DI BOGOR
Tumbuhnya ibu kota Jakarta menjadi sebuah kota metropolitan dengan segala aktivitas penduduknya, menjadikan pertumbuhan kota Jakarta menjadi melebar kesamping di luar daerah Jakarta, dimana daerah yang dipilih adalah kota Bogor, selain Kota Tangerang dan Bekasi. Untuk menampung sarana pemukiman tersebut, kota Bogor sebagai salah satu kota penyangga Jakarta yang merupakan kawasan JABOTABEK (Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi ) harus siap mengantisipasi hal tersebut dalam segala bidang.
Dengan pengembangan JABOTABEK, sudah barang tentu transportasi darat akan menjadi sangat padat. Untuk itu dibutuhkan sarana pengangkutan massal yang dapat menampung jumlah penumpang yang banyak. Maka Kereta api menjadi pilihan sebagai alat transportasi massal tersebut. Hal ini sangat beralasan karena angkutan kereta api mempunyai kelebihan dibanding dengan angkutan darat lainnya,
diantaranya kereta api mampu mengangkut penumpang dan barang dalam jumlah yang cukup besar. Selain itu kelebihan kereta api yaitu cepat, murah, hemat lahan dan relatif bebas polusi.
Atas dasar tersebut maka PT.KAI ( Kereta Api Indonesia ) mengembangkan dan meningkatkan pembangunan KRL (Kereta Api Rel Listrik) di JABOTABEK termasuk jalur Bogor- Jakarta sebagai kebutuhan jasa baik penumpang maupun barang. Daya angkut kereta api listrik Bogor – Jakarta berkisar antara 400.000- 500.000 orang perhari, dimana diperkirakan 150.000 orang berangkat dan pulang pada jam sibuk yaitu pukul 06.00-08.00 dan 17.00-19.00. Sedangkan tingkat keberangkatan mencapai 10-12 menit sekali.
Melihat tingkat kepadatan penumpang dan jadwal keberangkatan, maka pihak pemerintah Kotamadya Bogor, berusaha untuk memecah pusat keberangkatan, dimana pusat keberangkatan tidak berfokus di stasiun pusat Bogor saja, tetapi dibagi menjadi dua bagian dengan membuat satu stasiun lagi dengan fungsi dan fasilitas yang lebih baik. Dengan pembagian pusat keberangkatan maka juga dapat
mengurangi tingkat kepadatan jadwal keberangkatan sehingga berdampak pengurangan crossing jalur rel dengan jalan protokol dikota Bogor dan juga dapat mengurangi beban kepusat kota.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2002).STASIUN KERETA KEDUNG BADAK DI BOGOR ().Arsitektur:FAD
Chicago Style
.STASIUN KERETA KEDUNG BADAK DI BOGOR ().Arsitektur:FAD,2002.Text
MLA Style
.STASIUN KERETA KEDUNG BADAK DI BOGOR ().Arsitektur:FAD,2002.Text
Turabian Style
.STASIUN KERETA KEDUNG BADAK DI BOGOR ().Arsitektur:FAD,2002.Text