// <![CDATA[PENGARUH KONSENTRASI PELARUT, WAKTU EKSTRAKSI, DAN NISBAH BAHAN BAKU PELARUT TERHADAP EKSTRAKSI KUNYIT PUTIH (Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe)]]> 0412026704 Dr. Ir. Maya Ramadianti Musadi., MT. Dosen Pembimbing 1 Ida Wati, S.Si.,M.Si. Dosen Pembimbing 2 ZAHRA ANDINI / 14-2015-006 Penulis R. FASYA AZKA INDALLAH / 14-2015-011 Penulis
Kunyit putih (Curcuma zedoaria Christm. Roscoe) merupakan salah satu tanaman obat yang dapat di budidayakan di Indonesia. Kunyit putih mengandung kurkuminoid dan minyak atsiri yang berkhasiat sebagai obat. Senyawa tersebut dapat diperoleh dengan proses ekstraksi sokletasi dimana pelarut yang digunakan selalu baru, dilakukan dengan alat khusus dengan jumlah pelarut relatif konstan serta kontinu, dan adanya pendingin balik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dan menentukan kondisi terbaik pada proses ekstraksi kurkuminoid dari kunyit putih (Curcuma zedoaria Christm. Roscoe) berdasarkan pendekatan statistik. Kunyit putih diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70% dan 96%, dengan perbandingan nisbah bahan baku dengan pelarut 1:6 dan 1:8. Rimpang kunyit putih diekstrak dengan variasi selama 5, 9, 13 dan 17 jam. Parameter yang akan diteliti antara lain yield dan konsentrasi kurkumin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa %yield tertinggi yang didapatkan 12,56% pada konsentrasi pelarut 96% dengan perbandingan nisbah bahan baku dengan etanol 1:8 dan waktu operasi 13 jam, sedangkan konsentrasi kurkumin tertinggi yang didapatkan 0,3320% pada konsentrasi pelarut 96% dengan perbandingan nisbah bahan baku dengan etanol 1:8 dan waktu operasi 17 jam.