// <![CDATA[PENGOLAHAN LIMBAH CAIR POLIMER EMULSI MENGGUNAKAN MEMBRAN UF (ULTRAFILTRASI)]]> Puriyanti Yusika, S.T ., M.T. Dosen Pembimbing 2 0406017801 - Jono Suhartono S.T, M.T, Ph.D Dosen Pembimbing 1 Alyssa Kunigen Izra / 142015063 Penulis Fitri Brilian Novianti / 142015064 Penulis
Limbah cair industri polimer merupakan salah satu limbah yang memiliki kadar COD, BOD dan TSS yang tinggi. Jika limbah tersebut tidak diolah secara tepat sebelum dibuang ke badan air akan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu perlu dilakukan pengolahan limbah industri polimer emulsi. Saat ini pengolahan limbah polimer masih menggunakan sistem konvensional yang terdiri dari kolam pengumpul, kolam anaerobik/ aerobik, kolam sedimentasi dan kemudian dialirkan ke badan air penerima seperti sungai. Namun, efluen yang dihasilkan masih jauh dari standar baku mutu yang diizinkan oleh pemerintah, sehingga dibutuhkan teknologi alternatif lain yaitu teknologi membrane ultrafiltrasi. Pengolahan dengan teknologi membran ini dipilih karena kemampuannya dapat mereduksi kandungan Chemical Oxygen Demand (COD) dan Total Suspended Solid (TSS). Pemisahan dilakukan dengan menganalisis perbedaan empat jenis membran yaitu membran Nadir, PVDF murni, PVDF/CNT-P dan PVDF/CNT-O, pre-treatment (koagulasi dan tanpa koagulasi), pada tekanan 5 bar dan pH (4, 6, 7, 8 dan 10) selama 3 jam dalam satu kali operasi. Analisis dilakukan pada permeat dengan metode analisis titrasi pada COD, dan analisis gravimetri pada TSS. Kemudian kinerja membran dinyatakan dengan menghitung reduksi parameter COD dan TSS. Berdasarkan hasil yang didapatkan, hampir semua parameter telah mencapai standar baku mutu yang telah ditentukan pemerintah. Kondisi optimum yang dicapai untuk merejeksi parameter COD dan TSS yaitu membran PVDF Murni pH 8 dengan perlakuan awal koagulasi dan flokulasi diperoleh persen rejeksi COD dan TSS sebesar 99.35 % dan 99.39%.