// <![CDATA[KAJIAN PRODUKSI BIOGAS DARI ECENG GONDOK SECARA KONTINYU MENGGUNAKAN ANAEROBIC DIGESTER JENIS TANGKI BERPENGADUK]]> 0406077102 - Ronny Kurniawan S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 Satrio Ariebowo Yulianto / 142015078 Penulis Debora Natalia / 142015090 Penulis
Eceng gondok merupakan tanaman air tawar yang dikenal sebagai gulma, tanaman ini banyak ditemukan di Indonesia salah satunya di rawa yang berlokasi di kantor PUSLITBANG Bandung. Eceng gondok memiliki tingkat pertumbuhan yang sangat cepat sehingga keberadaan tanaman eceng gondok pada perairan rawa dapat menimbulkan beberapa dampak negatif salah satunya yaitu menimbulkan pendangkalan pada rawa di PUSLITBANG. Selain itu, tanaman eceng gondok dapat dimanfaatkan sebagai biogas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memproduksi biogas dari eceng gondok dan menentukan pengaruh waktu tinggal terhadap terhadap nilai volatile solid, nilai konversi, volume, komposisi dan kondisi optimum dalam produksi biogas. Pada penelitian ini dilakukan proses multi stage dalam memproduksi biogas yaitu hidrolisis dan metagenesis yang dilakukan secara bersamaan dalam dua tangka berbeda, parameter yang digunakan yaitu perbandingan eceng gondok dan air sebanyak 1:4 (g/mL) dan temperatur yang berlangsung dalam kondisi ruang. Variasi yang digunakan yaitu waktu tinggal selama 20 Hari dengan laju alir 3,5 L/Hari dan 35 Hari dengan laju alir 2 L/Hari. Hasil penelitian yang telah didapat yaitu volume total pada proses hidrolisis dan metagenesis sebanyak yaitu 7,2 L/ 19,25 Kg eceng gondok, 2,95 L/17,50 Kg dan 5,6 L/ 19,25 Kg , 2,68 L/17,50 Kg eceng gondok. Besarnya komposisi gas yang dihasilkan pada proses kontinyu dalam proses hidrolisis yaitu sebesar 61 % CO2 , 34,05 % CH4 dan 4,95 % gas lain untuk waktu tinggal 20 Hari 57 % CO2 , 36,05 % CH4 dan 4,95 % gas lain, sedangkan pada proses metagenesis yaitu 57 % gas CO2 , 38,05 % CH4 dan 4,95 % gas lain. Besarnya konversi bahan baku menjadi biogas yang dihasilkan yaitu 37,40 % pada proses hidrolisis dan 29,09 % serta 16,86 % pada hidrolisis dan 14,06 % pada metagenesis untuk proses metagenesis.