TEKNOLOGI OZONE/UV UNTUK PENYISIHAN LIMBAH WARNA C.I. REACTIVE NAVY BLUE MENGGUNAKAN NANOMATERIAL TiO2 DAN ZnO
Limbah zat warna merupakan penyumbang pencemaran air terbesar di Indonesia, yang dihasilkan dari suatu proses produksi industri tekstil. Limbah zat warna dapat mengakibatkan terganggunya ekosistem air dan manusia yang mengkonsumsinya. Salah satu zat warna yang banyak digunakan adalah C.I Reactive Navy Blue yang dapat menyebabkan kanker. Pengolahan limbah zat warna dapat dilakukan dengan beberapa metode, salah satunya yaitu dilakukan dengan menggunakan teknologi AOPS (Advanced Oxidation Process). Pada penelitian ini penyisihan zat warna C.I Reactive Navy Blue dilakukan dengan metode pemisahan dengan menggunakan teknologi AOP (Advanced Oxidation Process). Salah satu teknik AOP yang digunakan adalah gabungan antara UV dan Ozon (UV/O3). Dari metode tersebut dapat dibandingkan efisiensi dalam penyisihan zat warna antara metode individual UV, individual O3, atau gabungan UV dan O3 (UV/O3). Penyisihan zat warna yang dilakukan pada konsentrasi 100 ppm, dengan pH 10, dan dengan kecepatan pengadukan 300 rpm. Proses yang akan dilakukan secara batch dengan waktu kontak Ozon-UV selama 25 menit dan dengan variasi penambahan jumlah katalis TiO2 yaitu 0,25; 0,5; 0,75; dan 1 g/L, variasi penambahan katalis ZnO yaitu 0,5; 1; 1,5; dan 2 g/L, serta dengan kondisi temperatur yaitu 30˚C, 35˚C, dan 40˚C. Untuk mencapai tujuan tersebut, dibuat kurva penurunan konsentrasi terhadap metode yang digunakan. Hasil efisiensi penyisihan warna terbaik dengan variasi penambahan katalis TiO2 optimum adalah 1 g/L pada suhu 30 ˚C, 35 ˚C dan 40 ˚C yaitu 98,07% ; 98,29% dan 98,50%. Dengan variasi penambahan katalis ZnO optimum adalah 2 g/L pada suhu 30˚C, 35 ˚C, dan 40 ˚C yaitu 99,38% ; 99,65% dan 99,70%, serta diperoleh kondisi temperatur optimum yaitu 40 ˚C. Sampel diuji sebanyak 7 sampel. Hasil penelitian menunjukan adanya penurunan kadar COD pada penggunaan jumlah katalis TiO2 dengan suhu 30˚C, 35 ˚C dan 40 ˚C masing-masing sebesar 93,33 ppm, 80 ppm, dan 53,33 ppm, pada penggunaan jumlah katalis ZnO dengan suhu 30˚C, 35 ˚C dan 40 ˚C masing-masing sebesar 73,33 ppm, 60 ppm, dan 36,67 ppm. Serta adanya penurunan TSS pada penggunaan jumlah katalis TiO2 dengan suhu 30˚C, 35 ˚C dan 40 ˚C masing-masing sebesar 90 ppm, 70 ppm, dan 50 ppm, pada penggunaan jumlah katalis ZnO dengan suhu 30˚C, 35 ˚C dan 40 ˚C masingmasing sebesar 100 ppm, 80 ppm, dan 70 ppm. Penurunan kadar COD dan TSS telah memenuhi standar baku mutu air limbah industri tekstil yaitu 150 mg/L dan 100 mg/L.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2019).TEKNOLOGI OZONE/UV UNTUK PENYISIHAN LIMBAH WARNA C.I. REACTIVE NAVY BLUE MENGGUNAKAN NANOMATERIAL TiO2 DAN ZnO ().Teknik Kimia:FTI
Chicago Style
.TEKNOLOGI OZONE/UV UNTUK PENYISIHAN LIMBAH WARNA C.I. REACTIVE NAVY BLUE MENGGUNAKAN NANOMATERIAL TiO2 DAN ZnO ().Teknik Kimia:FTI,2019.Text
MLA Style
.TEKNOLOGI OZONE/UV UNTUK PENYISIHAN LIMBAH WARNA C.I. REACTIVE NAVY BLUE MENGGUNAKAN NANOMATERIAL TiO2 DAN ZnO ().Teknik Kimia:FTI,2019.Text
Turabian Style
.TEKNOLOGI OZONE/UV UNTUK PENYISIHAN LIMBAH WARNA C.I. REACTIVE NAVY BLUE MENGGUNAKAN NANOMATERIAL TiO2 DAN ZnO ().Teknik Kimia:FTI,2019.Text