// <![CDATA[PUSAT PEMBINAAN KREATIFITAS ANAK.]]> Ir. Achsien Hidayat, MT Nurlaela Latifah, ST Ir Thomas Bruner, MM Hendry Eko Yudhanto / 212000128 Penulis
Belajar adalah perkembangan yang berasal dari latihan dan usaha. Melalui belajar, anak memperoleh kemampuan menggunakan sumber yang diwariskan. Suatu proses belajar yang baik akan menghasilkan generasi yang baik pula, tentunya harus memiliki pondasi yang kuat. Pada masa kanak-kanak, pondasi yang kuat biasanya tergantung kepada orang tuanya.Hal ini disebabkan pada masa ini, anak sangat membutuhkan perhatian dan pengertian tentang lingkungan sekelilingnya dari orang-orang disekelilingnya, terutama orang tua. Namun seiring dengan bertambahnya tuntutan masa kini dimana orang dewasa di pacu untuk turut berpartisipasi mengambil bagian dalam perkembangan bangsa dan menyisihkan waktu yang terbatas untuk membina anak-anak mereka. Para ibu sebagai pemenuh kebutuhan utama utama anak, juga turut terjun dalam era emansipasi wanita. Maka pada masa kini banyak diperlukan suatu sarana yang dapat mengisi kekurangan pendidikan dari orang tua disebabkan kurangnya waktu yang disediakan orang tuanya untuk anak-anak mereka. Jenis fasilitas ini sebenarnya sudah mulai tumbuh di Indonesia semenjak 5 tahun kebelakang. Namun biasanya sarana tersebut merupakan suatu sarana yang menjadi bagian dari suatu bangunan. Disini penulis mengajukan suatu alternatif , adanya penyediaan sarana pembinaan pengembangan kreativitas anak, yang memfokuskan diri pada kepentingan anak itu sendiri, Ditinjau dari segi psikologi, perkembangan minat,bakat, pendidikan dan pola tingkah lakunya.hal inilah yang diharapkan mampu memberi pondasi yang kuat pada seorang anak. Dunia anak adalah dunia bermain lewat itulah kita tanamkan pendidikan dan kreativitas ditunjang fisik yang sehat dalam pertumbuhannya guna menjadi generasi tangguh dalam menyongsong tantangan di masa depan.