// <![CDATA[STUDI INTENSITAS KEBISINGAN AKIBAT LALU LINTAS PADA LINGKUNGAN SEKOLAH (STUDI KASUS :]]> 0409058001 - Mila Dirgawati, ST., MT., Ph.D. Dosen Pembimbing 1 Ir. R. Triyogo, MDesSc (Illum) Dosen Pembimbing 2 ASTIEN ARTSEN ASYARI / 252015104 Penulis
Isi Abstrak : Kebisingan merupakan suara yang tidak dikehendaki (polusi suara), dan berpengaruh negatif terhadap kesehatan manusia pada tingkat dan jangka waktu tertentu. Kota Bandung pada tahun 2017 terdapat 1.811.498 kendaraan. Laju pertumbuhan kendaraan bermotor pada tahun 2016-2017 sebesar 5,5% (BPS Kota Bandung,2018). Hasil tersebut dapat berkontribusi terhadap kebisingan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu penelitian tingkat kebisingan dari lalu lintas pada lingkungan sekolah menggunakan alat ukur Sound Level Meter (SLM). Akibat keterbatasan penelitian secara spasial maupun temporal, biaya dan sumber daya manusia. Sehingga dibutuhkan model prediksi kebisingan yang dapat membantu untuk melengkapi hasil penelitian lapangan secara keseluruhan. Model prediksi yang digunakan adalah Calculation of Road Traffic Noise (CoRTN). Kelebihan model CoRTN telah mengakomodir berbagai variabel dalam perhitungannya. CoRTN digunakan pada ruas jalan perkotaan dan antara kota selama jarak dari sisi jalan tidak lebih dari 300 meter dan kecepatan angin di bawah 2 m/dtk. Tingkat kebisingan pada periode waktu operasional sekolah pukul 07.00-17.00 WIB dari hasil pengukuran diperoleh dengan rentang 55,2-72,6 dBA dan hasil model prediksi CoRTN pada rentang 72,8-67,6 dBA. Berdasarkan hasil penelitian ini, membutuhkan upaya mitigasi yaitu pada sumber berupa pengurangan kecepatan dan penggunaan kendaraan pribadi. Pada jalur perambatan berupa penghalang tanaman dan/atau buatan. Sehingga tidak menimbulkan masalah maupun perubahan lingkungan yang dapat mengurangi efektifitas kegiatan belajar mengajar di sekolah.