// <![CDATA[PERENCANAAN STRATEGI PENGELOLAAN PERSAMPAHAN DI KOTA CIMAHI BERDASARKAN PEDOMAN STRATEGI SANITASI KABUPATEN/ KOTA (SSK) 2018]]> 0403017701 - Iwan Juwana S.T., M.E.M., Ph.D Dosen Pembimbing 1 INDAH FIONITA / 252015076 Penulis
Kota Cimahi merupakan salah satu kota di Jawa Barat yang masih menghadapi permasalahan persampahan, seperti terbatasnya penerapan kegiatan pemilahan sampah, terbatasnya jumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS), terjadi pembuangan sampah secara sembarangan ke sungai, terdapat penanganan sampah dengan cara dibakar dan ditimbun, dan lain-lain. Dalam menindaklanjuti berbagai permasalahan sampah tersebut serta mencapai target 30% pengurangan sampah yang ditentukan oleh Kebijakan Strategis Nasional (Jakstranas), maka diperlukan suatu instrumen yang mampu menganalisis area berisiko berdasarkan tingkat risiko persampahan per kelurahan di Kota Cimahi. Area berisiko tersebut digambarkan dalam bentuk peta dengan mengacu pada pedoman Strategi Sanitasi Kabupanen/Kota (SSK) 2018. Area berisiko dinilai melalui skor 1 s.d. 4 secara berturut-turut untuk risiko sangat rendah, rendah, tinggi, dan sangat tinggi. Skor tersebut diperoleh dengan mengalikan parameter Impact dan parameter Exposure. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat tiga kelurahan dengan risiko persampahan sangat tinggi, yaitu Kelurahan Cibeureum, Setiamanah, dan Padasuka serta satu kelurahan dengan risiko persampahan tinggi, yaitu Kelurahan Melong. Penambahan jumlah unit pengolahan direkomendasikan di beberapa kelurahan sehingga terjadi perubahan skor area berisiko.