// <![CDATA[PENGUJIAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MATAHARI MENGGUNAKAN THERMOELETRIC COOLER (TEC) DENGAN BATU GRANIT]]> 0404117802 - Noviyanti Nugraha , ST., MT. Dosen Pembimbing 1 Dedy Hernady, MT Dosen Pembimbing 2 MUHAMMAD WENDY HERDIYAN / 122014141 Penulis
Indonesia memiliki potensi yang dapat memanfaatkan energi terbarukan, dalam hal inienergi surya, mengingat wilayah Indonesia secara geografis berada pada daerah garis sekitar khatulistiwa, sehingga mendapatkan panas matahari cukup. Panas dari matahari ini dapat menghasilkan energi listrik, dengan menggunakan perangkat Thermoelectrical Cooler (TEC), dan batu granit sebagai media penyimpan panas dari matahari. Pada penelitian sebelumya telah dirancang dan dibuat PLTS dengan menggunakan Thermoelectrical Cooler. Tujuan pembuatan alat ini untuk mendapatkan nilai tegangan maksimal dan minimal yang dihasilkan oleh Thermoelectric Cooler, dan mengetahui karakteristik dari PLTS Thermoelectric Cooler. Pengujian yang dilalukan menggunakan sistem ruang tertutup dan terbuka menggunakan rangkaian seri dan pararel dengan hambatan 2 ohm. Waktu pengujian berlangsung dari pukul 08.00 sampai 17.00 masing-masing sistem diuji selama 1 hari, dari hasil pengujian didapatkan nilai selisih temperatur tegangan dan arus maksimal selama 1 hari dari rangkaian seri sistem ruang tertutup dengan beban hambatan 2 ohm: 30,20C, 0,174A, dan 1,92volt, rangkaian seri sistem ruang terbuka dengan beban 2 ohm: 28,90C, 0,11A, dan 1,2volt, rangkaian pararel sistem ruang tertutup dengan beban 2 ohm: 33,20C, 0,725A, dan 0,29volt, dan rangkaian pararel sistem ruang terbuka beban 2 ohm: 27,10C, 0,522A, dan 0,23volt.