// <![CDATA[PERANCANGAN URBAN BAUHOLZ APARTMENT DENGAN PENERAPAN PRINSIP DESAIN BIOKLIMATIK]]> 0408066801 - Tecky Hendrarto, Ir., MM. Dosen Pembimbing 1 0401106101 - Dwi Kustianingrum Ir, MT. Dosen Pembimbing 2 RD. MUHAMAD LAZUARDHI RAMADHIAN/21-2015-177 Penulis
Kota Bandung merupakan salah satu kota di Indonesia yang berstatus sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Barat yang sering dijadikan sebagai kota destinasi masyarakat Indonesia untuk melakukan berbagai kegiatan. Hal ini terjadi karena tersedianya berbagai fasilitas seperti tempat untuk bermukim, kawasan untuk berlibur/berwisata, hingha fasilitas untuk menunjang kegiatan bisnis atau kegiatan bekerja. Hal ini dapat diproyeksikan bahwa Kota Bandung akan terus mengalami kenaikan jumlah penduduk setiap tahunnya. Dengan kenaikan Jumlah penduduk tersebut tentunya kebutuhan akan tempat tinggal semakin tinggi, namun ketersediaan lahan bermukim semakin sedikit dan akhirnya mengakibatkan harga tanah akan semakin tinggi. Kondisi seperti ini mendorong terciptanya pembangunan gedung hunian vertikal karena dinilai dapat menjadi sebuah solusi dari permasalahan minimnya lahan dan mahalnya harga. Namun seiring meningkatnya jumlah bangunan – bangunan vertikal di berbagai belahan bumi tidak terkecuali di Indonesia, isu tentang pemanasan global juga turut mengikuti perkembangan ini karena bangunan – bangunan bertingkat tinggi juga menjadi aktor yang memberikan dampak signifikan terhadap pemanasan global. Melihat kondisi ini, penerapan prinsip desain bioklimatik menjadi salah satu solusi dalam sebuah bangunan untuk mengurangi faktor terjadinya pemanasan global dengan cara memanfaatkan kondisi iklim sekitar bangunan sebagai sumber energi alami sehingga dapat mengurangi intensitas