// <![CDATA[RANCANGAN APARTEMEN COMFY DI KABUPATEN BANDUNG]]> 0427075701 - Ir. Widji Indahing Tyas , MT Dosen Pembimbing 1 0413107104 - Irfan Sabarilah Hasim, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 RAKA GUSNANDA ANSARY DIRA ATMADJA/21-2015-059 Penulis
Kabupaten Bandung merupakan daerah yang kini sedang memulai program-program pemerintahannya untuk menjadikan Kabupaten Bandung lebih maju dengan membuat berbagai macam sarana dan prasarana terutama sarana pendidikan. Semakin bertambahnya jumlah pendatang dari luar Kabupaten Bandung yang datang ke Kabupaten Bandung untuk menempuh pendidikan dan keperluan lainnya, maka kebutuhan hunian pun semakin bertambah. Oleh karena itu, pembangunan hunian vertikal berupa apartemen merupakan salah satu solusi dalam memenuhi kebutuhan hunian. Kehadiran jenis hunian vertikal menjadi sebuah solusi untuk permasalahan keterbatasan lahan yang tersedia. Namun demikian, pembangunan hunian vertical tidak luput dari timbulnya dampak negatif terhapada alam. Salah satu dampak utama yang timbul dari pembangunan hunian vertikal ialah munculnya isu global warming. Isu global warming merupakan isu yang terjadi akibat dari meningkatnya emisi gas karbondioksida (CO2), chlorofluorocarbon (CFC) dan metana di atmosfer yang berdampak pada rusaknya lapisan ozon atau biasa disebut bahan perusak ozon (BPO) serta akibat dari eksploitasi sumber daya alam. Salah satu cara untuk mengurangi dampak global warming adalah dengan melakukan konservasi energi, termasuk dalam sektor bangunan. Penggunaan ecomaterial atau material ramah lingkungan dalam rancangan bangunan dapat mengurangi dampak global warming dan mengurangi penggunaan material yang tidak terbaharukan.