PEMETAAN LAHAN KRITIS SUB DAS CIRASEA KABUPATEN BANDUNG
Sub DAS Cirasea merupakan salah satu sub daerah aliran yang berada di bagian hulu Citarum. Berbagai aktivitas penduduk di wilayah Sub DAS ini, telah menimbulkan tekanan yang tinggi terhadap penggunaan perubahan lahan. Ditambah perkembangan industri di daerah ini menyebabkan eksploitasi lahan yang berdampak terhadap munculnya lahan kritis. Untuk mengantisipasi bencana yang muncul akibat lahan kritis tersebut maka perlu dilakukan pemetaan
persebaran lahan kritis di Sub DAS Cirasea. Analisis spasial dilakukan dengan menumpangsusunkan beberapa data spasial (parameter penentu lahan kritis) untuk menghasilkan unit pemetaan baru. Metode pembobotan memperjelas perbedaan tipe data parameter yang ada untuk menentukan tingkat kekritisan lahan. Hasil analisis menunjukan bahwa tingkat kekritisan lahan Sub DAS Cirasea di kawasan lindung terbagi menjadi 5 (lima) kelas yaitu sangat kritis seluas
1.457,65 Ha atau 4,61 %, kritis seluas 15.058,41 Ha atau 47,62 %, agak kritis seluas 8.091,05 Ha atau 25,69 %, potensial kritis seluas 5.817,77 Ha atau 18,40 % dan tidak kritis seluas 1.197,96 Ha atau 3,79 %., sedangkan tingkat kekritisan lahan Sub DAS Cirasea kawasan lindung di luar kawasan hutan terbagi menjadi 5 (lima) kelas yaitu sangat kritis seluas 3.514,44 Ha atau 11,11 %, kritis seluas 18.053,45 Ha atau 57,09 %, agak kritis seluas 2.834,67 Ha atau 8,96 %, potensial kritis seluas 975,37 Ha atau 3,08 % dan tidak kritis seluas 6.244,89 Ha atau 19,75%.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2019).PEMETAAN LAHAN KRITIS SUB DAS CIRASEA KABUPATEN BANDUNG ().Teknik Geodesi:FTSP
Chicago Style
.PEMETAAN LAHAN KRITIS SUB DAS CIRASEA KABUPATEN BANDUNG ().Teknik Geodesi:FTSP,2019.Text
MLA Style
.PEMETAAN LAHAN KRITIS SUB DAS CIRASEA KABUPATEN BANDUNG ().Teknik Geodesi:FTSP,2019.Text
Turabian Style
.PEMETAAN LAHAN KRITIS SUB DAS CIRASEA KABUPATEN BANDUNG ().Teknik Geodesi:FTSP,2019.Text