ANALISIS INDIKATOR KEBERADAAN HYDROTHERMAL VENTS DI PERAIRAN INDONESIA BERDASARKAN POLA SUHU PERMUKAAN LAUT DAN GEOMORFOLOGI
Hidrotermal adalah cairan suhu tinggi dengan rentang suhu sekitar 100–500°C. Untuk mengetahui aktivitas hidrotermal dapat dilakukan dengan ekspedisi yang biasanya memakan biaya dan diperlukan peralatan canggih. Suhu permukaan laut (SPL) merupakan parameter yang lebih mudah diperoleh. Jika aktivitas hidrotermal juga memengaruhi SPL maka parameter ini akan dapat digunakan sebagai indikator awal keberadaan hydrothermal vent sehingga penelitian ini ditujukan untuk melihat kaitan antara SPL dengan keberadaan hydrothermal vent di Perairan Indonesia yang ditambahkan juga dengan analisis geomorfologi. Koordinat hydrothermal vent diperoleh dari website InterRidge Vents Database. Data SPL tahun 2014 digunakan untuk melihat pola suhu secara spasial dan musiman. Kontur kedalaman dan bentuk 3D-nya digunakan untuk menjelaskan geomorfologi bawah laut. Dari penelitian ini diperoleh bahwa secara spasial SPL rata-rata tahunan maksimum di lokasi hidrotermal terkonsentrasi ke berbagai arah dengan jarak berkisar antara 1,58-31,52 km dari titik vent dengan geomorfologi berupa gunungapi bawah laut, perbukitan bawah laut, kawah parasit perbukitan bawah laut, kaldera bawah laut, dan pulau gunungapi.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2019).ANALISIS INDIKATOR KEBERADAAN HYDROTHERMAL VENTS DI PERAIRAN INDONESIA BERDASARKAN POLA SUHU PERMUKAAN LAUT DAN GEOMORFOLOGI ().Teknik Geodesi:FTSP
Chicago Style
.ANALISIS INDIKATOR KEBERADAAN HYDROTHERMAL VENTS DI PERAIRAN INDONESIA BERDASARKAN POLA SUHU PERMUKAAN LAUT DAN GEOMORFOLOGI ().Teknik Geodesi:FTSP,2019.Text
MLA Style
.ANALISIS INDIKATOR KEBERADAAN HYDROTHERMAL VENTS DI PERAIRAN INDONESIA BERDASARKAN POLA SUHU PERMUKAAN LAUT DAN GEOMORFOLOGI ().Teknik Geodesi:FTSP,2019.Text
Turabian Style
.ANALISIS INDIKATOR KEBERADAAN HYDROTHERMAL VENTS DI PERAIRAN INDONESIA BERDASARKAN POLA SUHU PERMUKAAN LAUT DAN GEOMORFOLOGI ().Teknik Geodesi:FTSP,2019.Text