// <![CDATA[DETEKSI PENYIMPANGAN GEOMETRI REL MENGGUNAKAN DATA POINT CLOUD TERRESTRIAL LASER SCANNER (STUDI KASUS:]]> 0420016601 - Hary Nugroho, Ir., M,T. Dosen Pembimbing 1 Gusti Ayu Jessy K., S.T., M.T Dosen Pembimbing 2 ALEXANDER HIZKIA PRAWIRA U.P./23-2014-113 Penulis
Penyimpangan geometri rel dapat mengganggu keamanan kereta yang melewatinya serta mengganggu kenyamanan pengguna kereta api. Dalam inspeksi geometri rel, membutuhkan data survei yang dapat diandalkan keakuratannya. Penggunaan Terrestrial Laser Scanner (TLS) menawarkan keuntungan memperoleh pengukuran objek atau model 3D yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penyimpangan pelebaran dan peninggian rel pada lengkung no. 106, jalur kereta api lintas Cipatat – Tagogapu berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No 60 Tahun 2012. Model 3D rel dari point cloud hasil survei TLS dapat digunakan untuk mengekstrak perubahan lebar dan beda tinggi rel dengan bantuan cross-section. Ekstraksi lebar dan beda tinggi dilakukan per 1 meter dan diberi penomoran. Hasil baik lebar maupun beda tinggi disesuaikan dengan tipe jalur dari hasil pembuatan lengkung desain, kemudian dibandingkan dengan nilai standar pelebaran dan peninggian berdasarkan Peraturan Menteri perhubungan No 60 Tahun 2012. Hasil dari perolehan ekstraksi lebar rel pada lengkung no. 106 menunjukkan penyimpangan pelebaran rel paling besar pada nomor lebar rel 24 dengan nilai penyimpangan +0,017 m. Hasil dari perolehan ekstraksi beda tinggi rel pada lengkung no. 106 menunjukkan penyimpangan peninggian paling besar pada nomor beda tinggi rel 15 dan 16 dengan nilai penyimpangan +0,022 meter.