PEMETAAN DAERAH RAWAN TANAH LONGSOR DI KABUPATEN BANDUNG MENGGUNAKAN METODE WEIGHT OF EVIDENCE
Pemetaan daerah rawan tanah longsor di Kabupaten Bandung merupakan kegiatan yang sangat diperlukan untuk membantu proses mitigasi bencana tanah longsor karena Kabupaten Bandung menduduki peringkat ke-3 (tiga) di Provinsi Jawa Barat dalam kategori daerah yang sering terjadi tanah longsor. Tujuan dari penelitian ini adalah memetakan daerah rawan tanah longsor di Kabupaten Bandung menggunakan metode Weight of Evidence (WoE). Faktor-faktor yang dikaji dalam pemetaan ini meliputi kemiringan lereng, jarak dari kelurusan struktur geologi, jarak dari aliran sungai, jenis tanah, penggunaan lahan, tipe batuan, Peak Ground Acceleration (PGA), dan curah hujan. Tahapan dalam pemetaan daerah rawan tanah longsor terdiri dari kompilasi data kejadian tanah longsor, seleksi faktor, validasi faktor dominan, dan zonasi daerah rawan tanah longsor. Berdasarkan analisis diperoleh 4 (empat) faktor yang dominan memengaruhi kerawanan tanah longsor di Kabupaten Bandung, yaitu kemiringan lereng, jarak dari aliran sungai, jenis tanah, dan tipe batuan. Peta daerah rawan tanah longsor yang dihasilkan dalam penelitian ini memberikan informasi 17,6% wilayah Kabupaten Bandung termasuk dalam kategori sangat rawan; 17,4% rawan; 22% cukup rawan; 21,8% tidak rawan; dan 21,2% sangat tidak rawan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2019).PEMETAAN DAERAH RAWAN TANAH LONGSOR DI KABUPATEN BANDUNG MENGGUNAKAN METODE WEIGHT OF EVIDENCE ().Teknik Geodesi:FTSP
Chicago Style
.PEMETAAN DAERAH RAWAN TANAH LONGSOR DI KABUPATEN BANDUNG MENGGUNAKAN METODE WEIGHT OF EVIDENCE ().Teknik Geodesi:FTSP,2019.Text
MLA Style
.PEMETAAN DAERAH RAWAN TANAH LONGSOR DI KABUPATEN BANDUNG MENGGUNAKAN METODE WEIGHT OF EVIDENCE ().Teknik Geodesi:FTSP,2019.Text
Turabian Style
.PEMETAAN DAERAH RAWAN TANAH LONGSOR DI KABUPATEN BANDUNG MENGGUNAKAN METODE WEIGHT OF EVIDENCE ().Teknik Geodesi:FTSP,2019.Text