// <![CDATA[PEMANTAUAN FASE PERTUMBUHAN TANAMAN PADI MENGGUNAKAN CITRA RADARSAT-2 QUAD POLARIMETRIK (STUDI KASUS:]]> Dr. Rian Nurtyawan, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 GERRYN MAULANNISAA/23-2015-108 Penulis
Indramayu merupakan salah satu lumbung padi Indonesia yang ada di wilayah Jawa Barat dimana Badan Pusat Statistik mencatat pada tahun 2014 Indramayu menghasilkan padi sebesar 1.361.374 ton. Untuk memantau produksi padi, sangat diperlukan pemantauan fase pertumbuhan tanaman padi, salah satu metodenya dengan teknologi pengindraan jauh sistem SAR mengguunakan citra Radarsat-2 quad polarimetrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dekomposisi polarimetrik dan mengklasifikasi daerah fase pertumbuhan tanaman padi menggunakan metode Cloude Pottier H/A/α (entropi/anisotropi/sudut alfa). Hasil dari penelitian ini yaitu peta klasifikasi fase pertumbuhan tanaman padi yang perlu dilakukan penyesesuaian dengan bidang H-α classification plane untuk mengetahui pada zona mana yang memiliki hamburan paling dominan. Hasil penyesuaian didapatkan bahwa dari seluruh akuisisi citra hamburan yang paling dominan cenderung berada pada Z9 (germination/laut). Hasil klasifikasi menunjukkan dari keseluruhan akuisisi citra, luas fase pertumbuhan tanaman padi tertinggi adalah fase germination/laut yang berjumlah 2.368.242 m2 (22 September 2014) yang menunjukkan bahwa Z9 (germination/laut) paling dominan.