PENILAIAN KENYAMANAN TERMAL DI KORIDOR JALAN BRAGA
Kebutuhan kenyamanan termal pada ruang luar akhir-akhir ini mulai diperdebatkan, hal ini dikarenakan adanya peningkatan suhu udara di wilayah perkotaan khususnya pusat kota. Koridor Jalan Braga yang merupakan kawasan mixed used dengan peruntukan lahannya yang beragam serta lokasinya yang berdekatan dengan CBD Kota Bandung maka aktivitas di ruang luar sangat banyak sekali yang dilakukan oleh para pejalan kaki di ruang luar. Aktivitas pada penelitian pada semua segmen memiliki aktivitas yang beragam yang mencakupi aktivitas penting, aktivitas pilihan, aktivitas sosial yang dilakukan oleh pejalan kaki. Sebagai kawasan yang selalu ramai dengan pengunjung ketersediaan enclosure yang terbentuk pada ruang luar dapat membantu pejalan kaki merasakan kenyamanan pada ruang luar pada saat melakukan aktivitas. Dari 4 segmen yang ada pada koridor Braga elemen enclosure yang terdiri dari dinding, lantai, dan atap sudah dimiliki oleh ke 4 segmen yang ada pada koridor Braga.
Pejalan kaki yang melakukan kegiatan pada ruang luar dituntut merasakan kenyamanan termal dengan karakteristik kawasan yang terbentuk dan klimatik yang dihasilkan pada koridor Braga. Dari 4 segmen yang ada pada koridor Braga koridor yang paling nyaman terdapat pada segmen 4 sisi timur dengan suhu rata-rata dalam seminggu 27,910C, namun segmen yang paling banyak dikunjungi oleh pejalan kaki yaitu segmen 3 sisi barat dengan jumlah pejalan kaki 2722 orang dalam seminggu dengan menghasilkan suhu rata-rata dalam seminggu sebesar 28,500C. Dari 4 segmen yang ada semua segmen memiliki persamaan dimana jenis kelamin wanita akan merasakan termal intrepetation yang lebih panas dengan nilai 34,770C- 46,050C dibandingkan jenis kelamin pria dengan nilai 31,570C-47,680C, karena nilai pakaian jenis kelamin wanita lebih besar dibandingkan dengan nilai pakaian jenis kelamin pria walaupun jenis kelamin pria memiliki nilai aktivitas lebih besar dibandingkan dengan nilai aktivitas jenis kelamin wanita. Dengan terciptanya nilai termal interpretation yang kurang nyaman bagi masing-masing jenis kelamin maka akan melakukan adaptasi baik secara adaptasi reaktif ataupun adaptasi interaktif agar para pejalan kaki terus merasakan kenyamanan pada saat beraktivitas pada ruang luar.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2019).PENILAIAN KENYAMANAN TERMAL DI KORIDOR JALAN BRAGA ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.PENILAIAN KENYAMANAN TERMAL DI KORIDOR JALAN BRAGA ().Teknik Planologi:FTSP,2019.Text
MLA Style
.PENILAIAN KENYAMANAN TERMAL DI KORIDOR JALAN BRAGA ().Teknik Planologi:FTSP,2019.Text
Turabian Style
.PENILAIAN KENYAMANAN TERMAL DI KORIDOR JALAN BRAGA ().Teknik Planologi:FTSP,2019.Text