DEFORMASI PESISIR BANTEN AKIBAT ERUPSI GUNUNG ANAK KRAKATAU MENGGUNAKAN CITRA SATELIT SENTINEL-1A DENGAN METODE DINSAR
Gunung Anak Krakatau adalah salah satu gunung api aktif di Indonesia, yang terletak di Selat Sunda. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mendeteksi adanya letusan Gunung Anak Krakatau pada tanggal 22 Desember 2018. Letusan yang terjadi menyebabkan deformasi muka tanah di wilayah pantai Banten dan Lampung. Penginderaan jauh dapat digunakan untuk memantau deformasi muka tanah dengan cepat, terutama menggunakan metode DInSAR. Dalam penelitian ini, data Sentinel-1A dengan waktu perekaman pada tanggal 10 Desember 2018 - 16 Maret 2019, dan data Digital Elevation Model (DEM SRTM) dengan resolusi vertikal 16 m digunakan untuk mengukur deformasi muka tanah Pesisir Banten. Dari proses DInSAR, nilai deformasi di Pesisir Banten adalah 1,280 m, di mana Kota Cilegon, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Pandeglang merupakan wilayah yang terdampak deformasi muka tanah akibat erupsi. Kabupaten Pandeglang memiliki deformasi terbesar dengan rata-rata deformasi sebesar 0,923 m. Dan kota Cilegon memiliki deformasi terkecil dengan rata-rata deformasi sebesar 0,331 m.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2019).DEFORMASI PESISIR BANTEN AKIBAT ERUPSI GUNUNG ANAK KRAKATAU MENGGUNAKAN CITRA SATELIT SENTINEL-1A DENGAN METODE DINSAR ().Teknik Geodesi:FTSP
Chicago Style
.DEFORMASI PESISIR BANTEN AKIBAT ERUPSI GUNUNG ANAK KRAKATAU MENGGUNAKAN CITRA SATELIT SENTINEL-1A DENGAN METODE DINSAR ().Teknik Geodesi:FTSP,2019.Text
MLA Style
.DEFORMASI PESISIR BANTEN AKIBAT ERUPSI GUNUNG ANAK KRAKATAU MENGGUNAKAN CITRA SATELIT SENTINEL-1A DENGAN METODE DINSAR ().Teknik Geodesi:FTSP,2019.Text
Turabian Style
.DEFORMASI PESISIR BANTEN AKIBAT ERUPSI GUNUNG ANAK KRAKATAU MENGGUNAKAN CITRA SATELIT SENTINEL-1A DENGAN METODE DINSAR ().Teknik Geodesi:FTSP,2019.Text