// <![CDATA[ANALISIS KINERJA IMAGE WATERMARKING MENGGUNAKAN DISCRETE COSINE TRANSFORM]]> 0409037702 - Lita Lidyawati, ST.MT Dosen Pembimbing 1 0401058701 - Arsyad R. Darlis, S.T, M.T. Dosen Pembimbing 2 Tio Hanif Yanuary / 11 – 2014 – 047 Penulis
Pada era modern, sebagian besar data dan informasi disimpan dan disampaikan dalam bentuk digital, sehingga untuk membuktikan keaslian dari data dan informasi tersebut menjadi hal yang semakin penting. Digital watermarking adalah suatu proses dimana informasi arbitrary dikodekan ke dalam gambar sedemikian rupa sehingga tidak terlihat oleh pengamat. Pengukuran dilakukan pada 3 jenis ukuran citra watermark, yaitu 16 × 16 piksel, 32 × 32 piksel, dan 64 × 64 piksel dengan kondisi scalling factor (SF) dan quality factor (K) sebesar 10, 30, dan 50. Pengukuran tersebut akan menghasilkan nilai PSNR yang selanjutnya akan dibandingkan dengan nilai standar PSNR dalam sistem watermarking, dimana nilai PSNR pada citra watermark hasil ekstraksi harus berada di atas 20 dB agar citra tersebut dapat terbaca dengan baik. Hasil pengujian terbaik diperoleh pada kondisi SF sebesar 50 dan K sebesar 50, dimana pada citra 16 × 16 nilai PSNR sebesar 51,868 dB, citra 32 × 32 memiliki nilai PSNR sebesar 44,465 dB, dan citra 64 × 64 memiliki nilai PSNR sebesar 50,558 dB, sedangkan dari pengujian secara keseluruhan, nilai PSNR terendah sebesar 23,263 dB. Hal menunjukkan bahwa penggunaan nilai SF dan K pada metoda DCT dalam sistem watermarking dapat meningkatkan nilai PSNR untuk mendapatkan hasil ekstraksi yang baik