// <![CDATA[ANALISIS PENGARUH SAMBARAN PETIR TERHADAP KAWAT TANAH DAN KAWAT FASA DENGAN ARRESTER DI GARDU INDUK 150 KV DENGAN SIMULASI MENGGUNAKAN ATPDRAW]]> 0402016903 - Dr. Waluyo, S.T, M.T Dosen Pembimbing 1 Haviz Enggar Mulia / 11-2012-020 Penulis
Petir adalah suatu kejadian alam yang serig terjadi saat musim penghujan dating, begitupun di Indonesia yang beriklim tropis dan mempunyai tingkat curah hujan yang tinggi. Petir terjadi akibat kadar air yang meningkat di udara sehingga daya isolasi menurun dan arus lebih mudah mengalir. Gesekan yang terjadi pada awan bermuatan negatif dan bermuatan poitif mengakibatkan beda potensial sehingga muatan negatif terbuang dari awan ke bumi. Pada bahasan ini, penulis menganalisa pengaruh tegangan lebih dan memperoleh pola dan besar tegangan lebih terhadap waktu muka (TF) dan waktu ekor (TT) yang terjadi akibat sambaran petir yang terjadi di gardu induk Cilawu 150kV pada kawat fasa dengan arrester dan kawat tanah dengan menggunakan aplikasi ATPDraw.percobaan simulasi dibagi menjadi 3 bagian, percobaan 1 dengan merubah niai arus sambaran mulai dari 10 kA sampai 80kA, percobaan 2 merubah nilai waktu muka dengan nilai 2μs, 4μs, 6μs, 8μs dan 12μs sedangkan nilai waktu ekor konstan di 20 μs, dan percobaan 3 merubah nilai waktu ekor dengan nilai 16μs, 18μs, 20μs, 24μs, 30μs,3 6μs, dan 40μs sedangkan nilai waktu muka konstan 8μs. Setiap pengujian sambaran terjadi pada fasa R,S, dan T serta sambaran terhadap kawat tanah GW 1 dan GW 2. Dengan menaikan nilai muka akan berpengaruh terhadap nilai tegangan lebih menjadi lebih kecil hal ini bisa dilihat dari hasil simulasi yang telah dilakukan dengan nilai arus sambaran 10 kA dengan waktu muka 2μs dan waktu ekor 20μs didapat tegangan akibat sambaran sebesar 4361 kV lalu dengan mengubah nilai waktu muka menjadi 4μs nilai tegangan akibat sambaran menjadi 3793 kV, sama hal nya dengan hasil pengujian dengan menggunakan arrester, nilai tegangan yang terjadi pada waktu muka 2μs dan 4μs adalah 457 kV dan 448 kV, sedangkan dengan menaikan nilai waktu ekor akan membuat tegangan lebih yang terjadi menjadi lebih besar hal ini bisa dilihat dari hasil pengujian yang dilakukan nilai wakru muka konstan di 8μs dan waktu ekor 16 μs didapat nilai tegangan sebesar 3020 kV dengan merubah waktu muka menjadi 18μs nilai tegangan menjadi 3042 kV, begitupun dengan pengujian menggunakan arrester nilai tegangan dengan pegujian waktu muka 16μs dan 18μs adalah senilai 429 kV dan 429 kV, hal ini terjadi karena proses isolasi dari gelombang yang belum sempurna serta berpengaruh terhadap kelandaian gelombang.