// <![CDATA[ANALISA KEGAGALAN ISOLATOR PADA JARINGAN TRANSMISI 150kV DI GARDU INDUK CILAWU GARUT]]> 0402016903 - Dr. Waluyo, S.T, M.T Dosen Pembimbing 1 Ali Akbar / 11-2012-046 Penulis
Isolator adalah bagian penting pada sistem penyaluran tenaga listrik. Kemampuan pada sistem penyaluan listrik sangat bergantung kepada kemampuan isolatornya. Kegagalan Isolator dapat mengakibatkan turunya kemampuan penyaluran tenaga listrik, bahkan menghentikan penyaluran energy listrik, kegagalan isolator tidak terjadi secra tiba-tiba, biasanya di awalai oleh penurunan nilai isolasi yang di akibatkan oleh pengaruh external dan internal peralatan. Isolator harus mempunyai kekuatan mekanik yang tinggi seperti kekuatan dielektrik yang tinggi, mempunyai nilai resistivitas yang tinggi untuk memperkecil arus bocor yang terjadi. Hasil penelitian didapat, kegagalan isolator yang terjadi di area garut wilayah garut – darajat sangat di pengaruhi oleh umurnya terutama dari tower D.20 hingga tower D.66 dimana didapat tingkat korosif tidak mempengaruhi nilai dari resistansi dari isolator, seperti yang terjadi pada salahsatu isolator di tower D.49 dimana tingkat korosifnya sebesar 30-40% memiliki nilai resistansi sebesar 48,4 GΩ sedangkan salah satu isolator di tower D.23 yang dimana tingkat korosifnya hanya 0-10% memiliki nilai resistansi sebesar 5,8 GΩ. Namun tingkat korosi sangat berpengaruh pada nilai kapasitasinya dimana pada tower D.41 yang memiliki tingkat korosif 70- 80% memiliki nilai rata-rata kapasitansi sebesar 1,796 μF, dan nilai dari kapasitansi sampel tower yang hanya memiliki tingkat korosif kecil 10-20% pada tower D.36 dengan rata-rata kapasitansi sebesar 33,376 μF, kegagalan flasover pun sangat mempengaruhi nilai dari kapasitasibahan bahkan lebih kecil dibandingkan dengan kegagalan korosif.