// <![CDATA[ANALISIS RBI PADA HRSG DI PLTGU KAPASITAS 80 MW BERDASARKAN STANDAR API 580 DAN API 581]]> 0417037701 - Tri Sigit Purwanto, ST., MT. Dosen Pembimbing 1 0412028402 - Fery Hidayat, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 DAMAR ANUGRAH PUTRA / 122015080 Penulis
HRSG adalah adalah elemen penting pada suatu pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) yang berfungsi memanfaatkan gas buang turbin untuk memanaskan feedwater didalam header dan pipe agar dijadikan uap untuk menggerakan turbin uap. Hingga saat ini HRSG yang dianalisa sudah beroperasi selama 25 tahun, dan mengalami 1 kali maintenance pada tahun 2013 yang dilakukan oleh pihak ke-3. Maintenance yang dilakukan oleh pihak ke-3 bersifat insitu dengan melakukan beberapa macam pengujian seperti visual, metalografi, uji keras, UT Thickness, UT Flaw Detector, Penetrant test, uji komposisi kimia, uji creep, dan uji komposisi deposit. Hasil dari maintenance tersebut dibuatkan suatu laporan hasil maintenance yang berfungsi sebagai data histori maintenance dari peralatan HRSG terutama pada bagian header dan pipe. Berdasarkan laporan hasil maintenance ditambah data desain peralatan dilakukanlah suatu analisa berbasis resiko (RBI) yang sesuai dengan standar API 580 dan API 581. Berdasarkan hasil analisa RBI didapatkan bahwa risk matrix yang dihasilkan mengacu pada seberapa besar tingkat bahaya dari peralatan yang dianalisa ketika terjadinya suatu kebocoran. Part HP-Evaporator Outlet adalah satu-satunya parts yang memiliki hasil risk matrix terbesar dengan kategori High Risk dikarenakan pada part tersebut terjadi fenomena perubahan fasa dari water menjadi saturated steam, serta dari segi desain bisa dilihat bahwa maksimum temperatur operasinya memiliki temperature differential yang besar dengan sumber Institut Teknologi Nasionaviii l pemanas yang digunakan. Ditinjau dari perhitungan sisa umur peralatan akibat korosi dan creep, umur sisa terkecil berada diangka 3,1 tahun yang dikorelasikan dengan confidance factor dari risk matrix sehingga untuk melakukan maintenance berikutnya dapat dilakukan 2,3 tahun lagi atau pada bulan Oktober 2021.