// <![CDATA[EVENT PENDIDIKAN SEKS UNTUK ANAK-ANAK SEKOLAH DASAR]]> DAENG ARIFIANI RUBIANTI ARDIWINATA / 33.2003.082 Penulis Hendro Prayitno S.sn Rosita Hardiyati S.sos
Pendidikan seks adalah pendidikan yang mempelajari gender (perempuan dan laki-laki) berupa organ tubuh, kebiasaan, dan tingkah laku yang membedakan antara dua jenis kelamin tersebut. Pendidikan seks dapat dikategorikan pendidikan yang kurang popular bagi masyarakt Indonesia, mengingat masyarakat Indonesia masih memegang adat ketimuran yang kuat, dimana seks merupakan hal yang tabu untuk dibicarakan. Munculnya persepsi bahwa seks adalah topik yang tabu berawal dari kesalahan masyarakat mengartikan seks itu sendiri. Di mata masyarakat Indonesia, seks adalah hubungan badan yang dilakukan oleh sepasang suami istri, hal ini sangat jauh dari arti kata seks yang sebenarnya yaitu jenis kelamin. Seiring dengan berkembangnya zaman, masyarakat Indonesia sudah tidak dapat lagi menganggap seks adalah pembicaraan yang tabu, terutama terhadap anak-anak. Mengingat banyaknya kejahatan yang terjadi berhubungan dengan pelecehan seksual, kekerasan seksual yang terjadi pada anak-anak, pendidikan seks sebaiknya diberikan pada anak-anak semenjak dini, hal ini perlu dilakukan untuk mencegah anak-anak menjadi korban pelecehan seksual dll. Memberikan pendidikan seks kepada anak-anak berbeda dengan memberikan pendidikan seks kepada orang dewasa, memberikan pendidikan seks kepada orang dewasa berkisar mengenai organ reproduksi dan proses reproduksi itu sendiri, namun memberikan pendidikan seks pada anak-anak disesuaikan dengan usia dan daya tangkap anak, misalnya berkisar fungsi-fungsi organ tubuh laki-laki dan perempuan dll. Memberikan pendidikan seks kepada anak –anak bertujuan untuk membentengi anak dari tindak pelecehan seksual oleh orang yang lebih dewasa atau teman seusianya.