// <![CDATA[PENGARUH RASIO MOLAR AKHIR PADA PROSES PEMBUATAN RESIN UREA-FORMALDEHID DENGAN PROSES ASAM KUAT]]> 0403127001 - Dicky Dermawan, S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 Trio Muhammad Siddik /14-2015-089 Penulis
Kayu lapis adalah produk panel komposit kayu yang tersusun dari lembaran-lembaran veneer yang diikat oleh perekat. Resin urea-formaldehid (UF) merupakan bahan perekat yang sering digunakan dalam produksi pembuatan kayu lapis. Kelebihan dari resin UF yaitu memiliki daya rekat yang kuat dan harga yang lebih murah. Emisi formaldehid menjadi hal yang tidak diinginkan dari suatu produk kayu lapis. Penurunan rasio molar F/U pada pembuatan resin UF akan memberikan penurunan emisi formaldehid, akan tetapi penurunan rasio molar ini juga memberikan dampak negatif berupa penurunan bonding strength. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana pengaruh besarnya rasio molar F/U terhadap sifat kimia-fisik resin UF dan pengaruhnya terhadap bonding strength dan emisi formaldehida dari kayu lapis yang dibuat. Pembuatan resin UF dilakukan dalam reaktor menggunakan proses asam kuat dengan penambahan urea secara bertahap dan rasio molar urea akhir F/U divariasikan antara 1,0 dan 1,5. Resin yang dibuat diuji sifat-sifat kimia-fisiknya dan digunakan dalam glue mix untuk pembuatan kayu lapis. Parameter kualitas kayu lapis yang dipelajari meliputi emisi formaldehid dan internal bonding strength. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan rasio molar F/U akhir mengakibatkan kadar formaldehid bebas akan semakin meningkat dan mempersingkat gel time, kadar solid content resin semakin menurun yang dipengaruhi oleh rendahnya drajat konversi. Stabilitas resin selama penyimpanan, pH resin menurun diikuti dengan naiknya viskositas dan specific gravity resin. Hasil aplikasi resin menunjukan penurunan rasio molar F/U akhir mengakibatkan level emisi formaldehid menurun dan kekuatan ikatan semakin meningkat.