// <![CDATA[PENGARUH PROSES TEMPA KONVENSIONAL PADA PEMBUATAN DAN PENGUJIAN PISAU TANTO TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA KARBON TINGGI]]> 0424056101 - Syahril Sayuti , Ir., MT Dosen Pembimbing 1 0401098806 - Alfan Ekajati Latief, ST., MT. Dosen Pembimbing 2 RAKEAN WIDE WINDUJATI / 122012030 Penulis
Tanto merupakan senjata tajam yang berasal dari Jepang dan merupakan senjata kedua bagi para Samurai di Jepang. Tanto biasa terbuat dari baja karbon menengah hingga baja karbon tinggi yang penggunaannya biasa digunakan sebagai alat pertukangan dan atau senjata tajam karena memiliki karakteristik sifat mampu bentuk melalui proses heat treatment. Material baja yang digunakan adalah baja AISI O1, dengan variasi tempa empat lapis dan satu lapis. Pembuatan Tanto dan spesimen uji dilakukan dengan proses tempa secara konvensional menggunakan tungku arang, dengan temperatur tempa rata-rata yang dapat dicapai yaitu ±1200℃, dengan temperatur quenching pada ±850℃, dan tempering pada temperatur ±250℃. Penelitian yang dilakukan dapat mengetahui pengaruh dari proses tempa empat lapis dan tempa satu lapis dengan diketahuinya nilai kekerasan, bentuk struktur mikro, dan ketangguhan. Pengujian kekerasan menggunakan metode uji keras Rockwell dengan nilai kekerasan paling tinggi sebesar 41 HRC pada raw material, uji ketangguhan dengan uji impak metode Charpy dengan hargai impak paling tinggi sebesar 224.02 Joule/cm², dan uji metalografi dengan struktur bainit dan martensit pada baja tempa empat lapis, perlit dan ferit pada baja satu lapis, dan pada raw material adalah lath martensit