// <![CDATA[PERENCANAAN SISTEM INSTALASI PLAMBING GEDUNG KEDUTAAN BESAR INDIA DENGAN KONSEP PENGHEMATAN AIR]]> 0401077404 - Yulianti Pratama , ST MT Dosen Pembimbing 1 Anindito Nurprabowo, S.T., M.T Dosen Pembimbing 2 MUHAMMAD MUSA ATMAJA / 252012044 Penulis
Blok Residences & Consular merupakan salah satu bagian dari gedung Kedutaan Besar India yang berfungsi sebagai apartemen dan konsular dengan jumlah 17 lantai yang berlokasi di wilayah Kuningan Jakarta Selatan. Perencanaan sistem instalasi plambing air bersih dan air buangan dibutuhkan untuk pemenuhan sanitasi populasi pada gedung. Perencanaan sistem instalasi plambing ini mengikuti Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 38 Tahun 2012 tentang Bangunan Gedung Hijau terutama pada aspek penghematan air dengan menggunakan alat plambing hemat air dan daur ulang air serta mengacu standar Green Building Council Indonesia (GBCI) terutama pada aspek konservasi air WAC 2 (fitur air) dan WAC 3 (daur ulang air). Perhitungan kebutuhan air bersih dan diameter pipa mengacu pada literatur Perancangan dan Pemeliharaan Sistem Plambing, SNI 8153-2015, dan SNI 03-7065-2005. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan jumlah populasi sebanyak 653 orang dengan 67 orang karyawan, 362 orang tamu, dan 224 orang penghuni apartemen, kebutuhan air sebesar 70,20 m3, total timbulan air buangan 56,16 m3. Kapasitas 1 ground tank dan 2 roof tank air domestik 100 m3 dan 12 m3, ground tank dan roof tank air sekunder 40 m3 dan 30 m3. Diameter pipa air domestic memiliki rentang 20 – 110 mm, air sekunder 25 – 110 mm, pipa grey water 42 – 165 mm, black water 114 – 267 mm, pipa ven 48 – 140 mm. Pendistribusian air bersih domestik 3 lantai teratas menggunakan pompa booster kapasitas 6,86 liter/detik untuk memenuhi tekanan alat plambing shower 1,2 bar, lantai dasar sampai lantai 13 secara gravitasi. Penghematan air menggunakan alat plambing hemat air water closet, faucet, dan shower menggunakan merk TOTO. Manfaat yang didapat dengan penerapan konsep ini berdasarkan perhitungan adalah biaya operasional lebih rendah, dapat mengurangi air limbah terbuang sebesar 51,2%, dapat menghemat air domestik sampai 61,40% dengan penggunaan alat plambing hemat air, serta manajemen air yang lebih baik sebagai hasil dari efisiensi dalam penggunaan air.