// <![CDATA[PERENCANAAN SISTEM PLAMBING AIR BERSIH, AIR BUANGAN DAN SISTEM PENANGANAN KEBAKARAN GEDUNG BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA BARAT DAN BANTEN (BJB) DI KOTA BOGOR]]> 0401077404 - Yulianti Pratama , ST MT Dosen Pembimbing 1 Anindito Nurprabowo, S.T., M.T Penulis IRFAN NAUFAN / 252012010 Penulis
Sistem plambing dalam suatu gedung diperhitungkan guna memenuhi kebutuhan air bersih sesuai dengan jumlah penghuni dan penyaluran air kotor secara efesien dan efektif (drainase), sehingga tidak terjadi pencemaran ketika saluran mengalami gangguan. Gedung Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) merupakan gedung bertingkat 5 lantai dengan jumlah populasi sebesar 131 jiwa, yang berfungsi sebagai kantor serta pelayanan bank. Berdasarkan hasil perhitungan, dibutuhkan air sebesar 4,97 m3/hari untuk memenuhi kebutuhan air bersih pada gedung ini dengan kapasitas Ground Water Tank (GWT) sebesar 7,5 m3/hari dan 2,88 m3/hari untuk bak Rooftank (RT). Pompa yang dibutuhkan untuk mengalirkan air dari GWT menuju RT adalah pompa dengan kapasitas pengaliran sebesar 0,000794 m3/detik. Sumber air bersih yang digunakan pada perencanaan ini adalah air yang berasal dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan air yang berasal dari hasil pemanenan air hujan yang akan dimanfaatkan sebagai sumber air untuk hidran dengan kebutuhan air hidran sebesar 0,03155 m3/detik untuk satu gedung. Hasil perhitungan serta penentuan jalur menghasilkan diameter pipa mendatar untuk air bersih adalah sekitar 20-25 mm, pipa untuk air kotor 60-114 mm, air bekas 42-76 mm dan pipa ven sekitar 60-89 mm. Sistem pengaliran di Gedung BJB dari rooftank menuju alat plambing menggunakan sistem gravitasi, karena tekanan air sudah terpenuhi sesuai dengan SNI 03-7065-2005.